Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 06/XXXIV/04 - 10 April 2005
   
Laporan Utama

Suatu Malam Jauh di Selatan

PADA serangkum malam, ia terbaring. Dua tungkai, saling tindih. Lebam di sekujurnya. Aorta yang pecah dan darah yang menggenang. Di atasnya, kayu-kayu menindih.

Hari belum lagi jadi di Gunung Sitoli, Nias. Jam berhenti sebelum malam sampai di puncak. Senin pekan lalu, 23.10 WIB. Dua tungkai itu, entah milik siapa, seperti mengulang selarik sajak Bertolt Brecht:

In the dark times
Will there also be singing?
Yes, there will also be singing
About the dark times


Kurang dari 100 hari, bencana itu terulang. Nias, pulau di pinggir selatan Sumatera itu, terguncang hebat. Sebelumnya, hanya sejengkal dalam peta, Aceh lantak oleh tsunami.

Dibandingkan dengan Aceh, korban Nias memang tak banyak. Tapi bencana—juga rasa sakit—tak pernah bisa dibandingkan.

Di kamp penampungan, seorang lelaki meratapi istrinya yang menjadi mayat. Selembar kain menutupinya. Lilin-lilin menyala. Tanpa panas, hanya redup cahaya. Ia meraba pipi perempuan itu. Dingin.

Seperti ingin dikenangnya masa lalu. Ketika mereka masih bersama: jatuh cinta, bertengkar, bersilang kata. Perpisahan datang begitu cepat. Ingin dia menangis. Tapi sia-sia.

Setumpuk dusun yang cantik musnah. Gempa 8,7 skala Richter menggada. Seribu orang, mungkin lebih, diperkirakan tewas. Yang hidup berkumpul di pinggir jalan-jalan yang patah.

Seluruh cerita tentang keindahan Tano Niha—nama lain Nias—raib. Pantai Sorake dan Lagundri, atraksi lompat batu, rumah-rumah adat yang tua dimakan usia. Di Nias, waktu berhenti tiba-tiba.

Inikah sedu penghabisan? Tak ada jawaban. Yang tersisa hanya puing, tubuh yang litak, tanah yang kehilangan harapan. Di sana, di sebuah pulau, jauh di selatan.

Arif Zulkifli


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data