Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 06/XXXIV/04 - 10 April 2005
   
Indikator

Sulit Mengungkap Aktor Intelektual Pembunuhan Munir

Menurut Anda, mungkinkah penyidik kasus kematian aktivis HAM Munir mengungkap aktor intelektual di balik pembunuhan Munir?
(21-27 Maret 2005)
Ya
27.34%70
Tidak
66.02%169
Tidak tahu
6.64%17
Total100%256

Kuasa hukum Pollycarpus Budihari Priyanto, Suhardi Somomoeljono, Selasa dua pekan lalu mengatakan, kliennya tidak sendirian dalam melakukan pembunuhan terhadap aktivis hak asasi Munir. Berdasarkan bukti, Suhardi menyimpulkan bahwa ada pihak lain yang lebih dominan ketimbang Pollycarpus yang kini menjadi satu-satunya tersangka pembunuhan Munir.

Pernyataan Suhardi sejalan dengan yang dilakukan tim pencari fakta (TPF) kasus kematian Munir. Selain Pollycarpus, tim tersebut telah merekomendasikan empat nama di jajaran manajemen Garuda untuk diperiksa penyidik Mabes Polri. Mereka diduga kuat terlibat dalam kasus pembunuhan Munir. Empat nama itu adalah bekas Direktur Utama Garuda Indra Setiawan, Vice President Corporate Security Rahmelgia Anwar, Secretary Chief Pilot Airbus 330 Rohainil Aini, dan Vice President Human Resources Department Daan Ahmad.

Selain itu, tim ini juga merencanakan bertemu dengan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar. Badan tersebut diduga juga terlibat dalam pembunuhan Munir. Rencananya, pertemuan akan digelar pada Jumat pekan lalu, tapi batal. Ini sudah kedua kalinya pertemuan antara TPF dan BIN batal. Pertemuan berikutnya direncanakan pada Rabu pekan ini.

Nama Badan Intelijen Negara dikaitkan dengan pembunuhan Munir karena Pollycarpus diduga menjadi agen BIN. Manajemen Garuda sendiri sudah diperiksa berkali-kali. Dalam salah satu pemeriksaan, Indra Setiawan mengungkapkan bahwa nama Pollycarpus diusulkan Rahmelgia Anwar dan beberapa orang lainnya. Usul itu langsung disetujui Indra karena Pollycarpus sebagai pilot senior dianggap mempunyai reputasi yang bagus. Kaitan inilah yang hendak dikuak oleh TPF.

Namun mayoritas responden jajak pendapat Tempo Interaktif menilai penyidik tidak mungkin mampu mengungkap aktor intelektual di balik pembunuhan Munir. Seorang responden di Jakarta, Amrullah, mengatakan bahwa selama pemerintah tak memiliki niat baik untuk menyibak misteri kematian Munir, selama itu pula aktor di balik pembunuhan tersebut tidak akan terungkap. ?Kalaupun bisa ditunjukkan siapa pelaku pembunuhan tersebut, paling-paling orang kesekian atau tenaga lapangan,? ujarnya.

Indikator Pekan Ini: Pakar gempa dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Danny Hilman Natawidjaja, menyarankan agar pemerintah daerah dan masyarakat di Mentawai, Padang, Bengkulu, dan daerah kawasan barat Sumatera lainnya segera melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa besar yang berpotensi menimbulkan tsunami di kawasan Mentawai, Sumatera Barat.

Menurut Danny, bencana gempa yang terjadi di kawasan Nias, Senin pekan lalu, dipicu oleh gempa Aceh pada 26 Desember 2004. Gempa akhir tahun lalu itu saat ini melepaskan energinya ke bagian selatan zona subduksi Sumatera. ?Kita tidak bisa memprediksi waktunya, bisa saja itu akan terjadi dalam hitungan menit, bulan, atau juga tahun,? ujarnya.

Menurut Anda, siapkah pemerintah daerah dan masyarakat mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana gempa bumi di kawasan Mentawai, Sumatera Barat, seperti yang disarankan pakar gempa Indonesia? Kami tunggu jawaban dan komentar Anda di www.tempointeraktif.com


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data