|
PENSIUN dari kepolisian pada November lalu, Togar Manatar Sianipar, 57 tahun, memilih berkecimpung di dunia sinetron. Bukan hal gampang rupanya memasuki dunia berkesenian setelah 35 tahun menjadi polisi. Satu contoh, jenderal berbintang tiga ini amat disiplin dalam hal waktu. Sebagai produser, dia harus pandai-pandai main tarik-ulur dengan artis-artis sinetron penganut falsafah jam karet. Jam syuting bisa molor tidak keruan dan Pak Jenderal jadi puyeng tujuh keliling. "Kalau ketemu yang begini (artis-artis molorRed.), stres berat," ujarnya kepada wartawan Tempo Eduardus Karel Dewanto di kantor Wali Kota Jakarta Selatan pekan lalu. "Biaya produksi bisa bengkak."
Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional ini baru saja membuat sinetron bertajuk Istri Idaman melalui rumah produksi miliknya, NADASini kependekan dari nama anaknya: Naomi Asyma Detty Agustina Sianipar. Episode perdana sinetron dengan bintang utama Ferry Salim ini ditayangkan Trans TV pada Selasa 8 Maret lalu. Dalam hal disiplin, Ferry sudah lulus di mata sang Jenderal. "Makanya saya pilih dia," katanya tersenyum. Ferry ganti menggoda tulang (paman dalam bahasa BatakRed.) Togar dengan hormat gaya polisi: "Siaaaaaap, laksanakan!"
|