Mencoba Menghadang Rajawali Pentagon Hampir dipastikan Paul Wolfowitz duduk sebagai Presiden Bank Dunia. Perannya dalam Perang Irak menjadi faktor pemicu penolakan? |
Kabar itu datang dua pekan lalu. Presiden Amerika Serikat George Walker Bush mengusulkan Paul Wolfowitz, Wakil Menteri Pertahanan, menduduki posisi Presiden Bank Dunia. Dan seakan-akan kemudian dunia pun terbelah oleh pro dan kontra.
Yang meragukan kemampuan salah seorang arsitek perang ketika AS menginvasi Irak itu adalah Jeffrey Sachs. Profesor dari Universitas Columbia ini menyebut Wolfowitz tidak layak duduk di kursi "panas" itu. "Dia tidak punya pengalaman mengembangkan dunia internasional dan tidak memiliki kualifikasi sebagai profesional," kata dia. Sebarisan dengan Profesor Sachs yaitu John Forbes Kerry, mantan pesaing Bush dalam pemilihan presiden tahun lalu.
Di lain pihak, sosok Wolfowitz digambarkan sebaliknya. Menteri Luar Negeri Inggris Jack Straw, misalnya, mengatakan bahwa Duta Besar AS untuk Indonesia periode 1986-1989 itu justru kaya pengalaman di dunia internasional. "Kami sangat menunggu saat bisa bekerja sama dengan dia," ujarnya mantap. Hal yang sama diungkapkan politisi senior AS Allan Meltzer. "Dia mempunyai pengalaman di negara berkembang dan sangat perhatian terhadap berbagai persoalan," katanya.
Sepanjang kariernya, Wolfowitz memang sedikit bersentuhan dengan persoalan ekonomi dan bisnis. Yang sedikit itu dijalaninya ketika pertama kali bekerja di pemerintah bagian biro perencanaan pada 1966. Setelah itu, dunia Wolfowitz agaknya tak lepas dari urusan politik dan militer. Sebelum menjadi orang kedua di Departemen Pertahanan, pada awal tahun 1990-an mantan dosen di Universitas Johns Hopkins ini menjadi asisten di kementerian di departemen yang sama, ketika dipimpin Dick Cheney, yang kini menjabat Wakil Presiden AS.
Nama Wolfowitz mencorong setelah terjadi serangan 11 September 2001 yang meluluh-lantakkan World Trade Center. Topik terorisme seperti tidak pernah lepas dari perbincangan Wakil Menteri Pertahanan itu. Posisi itu pula yang membuat suara pria yang dijuluki Rajawali Pentagon itu didengar Presiden.
Pria berusia 61 tahun itu disebut sebagai penyumbang ide terbesar saat Bush memutuskan menyerang Irak. Karena prestasi itu pula Bush tidak segan memuji bawahannya ini. "Dia berpengalaman dan diplomat berkemampuan tinggi," kata Bush di Washington, dua pekan lalu.
Bagi mereka yang ada di barisan penentang, "karya" Wolfowitz di Irak itulah yang dianggapnya mencemaskan. Mereka meragukan Bank Dunia nanti akan dibawa pada rel yang semestinya. Kekhawatiran lain yang muncul adalah Wolfowitz akan menjadi representasi dari hegemoni AS terhadap politik dan perekonomian dunia. Wolfowitz dikenal sebagai bagian dari kelompok neokonservatif, sebuah figur yang kuat menyebarkan nilai-nilai Amerika ke pelosok dunia.
Wolfowitz sendiri tampaknya tenang-tenang saja. "Saya kira masyarakat tidak mengenal saya dengan baik. Mereka hanya tahu yang saya lakukan beberapa tahun belakangan saja," katanya kepada Dini Djalal dari Tempo, Jumat pekan lalu. Baginya, persoalan ekonomi bukanlah hal baru. Termasuk tinggal dan ikut bergulat mengembangkan negara berkembang seperti Indonesia. Pengalaman itu sepertinya diabaikan begitu saja oleh para pengritiknya.
Politisi menjadi presiden Bank Dunia memang bukan monopoli Wolfowitz, jika terpilih nanti. Pada periode 1968-1981, Bank Dunia dipimpin mantan Menteri Pertahanan AS Robert Stranger McNamara. Seperti juga Wolfowitz, tokoh ini dikenal sebagai bagian dari lingkaran dalam John F. Kennedy, Presiden AS ketika itu.
Adapun McNamara, meski banyak berkutat dalam dunia politik dan militer, pria kelahiran 9 Juni 1916 di San Francisco itu akrab dengan persoalan ekonomi dan bisnis. Paling tidak dia merupakan alumnus Universitas California di Berkeley dan sekolah bisnis ternama Harvard. Karena kemampuannya dia bahkan pernah menjadi kandidat Presiden Ford, perusahaan otomotif raksasa AS. Dia batal memimpin Ford karena didaulat menjadi Presiden Bank Dunia tadi.
Dilihat dari tradisi selama ini, kemungkinan besar Wolfowitz akan terpilih menjadi Presiden Bank Dunia, menyisihkan 24 kandidat lain. Selama ini, posisi itu selalu diisi oleh kandidat yang disorongkan Washington. Sedangkan negara-negara Uni Eropa diberi jatah memimpin Dana Moneter Internasional (IMF).
Saat ini ada 2,7 miliar penduduk miskin tersebar di dunia. Dan itu hanya sebagian kecil dari masalah yang harus ditangani Bank Dunia, yang kini beranggotakan 184 negara. Persoalan itu pula yang harus digarap Paul Wolfowitz, jika terpilih memimpin organisasi internasional tersebut.
Johan Budi S.P. (CNN.com, AFP, BBC News, World Bank)
|