Berkembang di Tubuh yang Lemah |
SELAMA ini TBC memang digolongkan sebagai penyakit kronis. "Gejalanya bisa hilang-timbul dan perlu waktu lama untuk pengobatannya," kata Dr Pradjna Paramita, ahli kesehatan pernapasan dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta. Vaksinasi juga tak banyak berguna. Menurut Paramita, fungsinya sekadar untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah kecacatan pada paru akibat terinfeksi.
Penyakit ini disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, bakteri berbentuk batang yang bisa menyebar melalui udara. Selain lewat udara, penyakit ini bisa ditularkan melalui batuk dan bersin. Seseorang hanya butuh menghirup sedikit kuman untuk bisa terinfeksi. Tapi tidak setiap orang yang telah terinfeksi kuman TBC otomatis menjadi pengidap TBC. Ini amat tergantung dari daya tahan tubuhnya.
Kuman TBC berkembang biak dengan cara pembelahan. Jika daya tahan tubuh seseorang lemah, maka kuman-kuman itu akan berkembang tak terkendali. Orang yang terinfeksi tapi tak sakit tetap berisiko sepanjang hidupnya. Sistem kekebalan tubuh membentengi kuman TBC untuk berkembang biak. Ini bisa bertahan hingga bertahun-tahun. Namun saat sistem kekebalan tubuh mereka melemah, penyakit TBC bisa muncul.
Penyakit TBC juga gampang muncul pada pengidap HIV/AIDS. Karena hilangnya daya tahan tubuh, penderita AIDS mudah sekali terserang TBC. Ini tentu menyulitkan upaya pemberantasan TBC. Kebetulan penderita AIDS di Indonesia cukup banyak.
Itulah yang dicemaskan oleh Jan E.J. Voskens, konsultan kesehatan senior dari Belanda. Bila tidak ditangani dengan sungguh-sungguh, keadaan di Indonesia akan mirip Afrika. "Di Afrika, penanggulangan TBC hampir berhasil, tapi ketika ada wabah HIV, jumlah penderita TBC meningkat tajam," ujarnya.
Utami Widowati
|