|
Racun dalam Tinta Tato
ADA kabar buruk bagi para penggemar tato. Mereka kini mesti berhati-hati memilih tinta tato buat merajah tubuhnya dengan gambar-gambar unik. Sebuah penelitian membuktikan, sebagian besar tinta tato yang beredar di Amerika Serikat mengandung logam beracun. Akibatnya, kulit bisa menderita alergi, bahkan terbakar.
Penelitian dilakukan oleh para ahli dari Universitas Northern Arizona, Amerika. Mereka menganalisis komposisi zat kimia pada 17 jenis tinta tato yang diproduksi oleh lima pabrik di Amerika. Warna yang diambil antara lain hitam, merah, biru, dan kuning. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan adanya bahan logam yang berbahaya bagi kesehatan kulit. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada pertemuan yang digelar oleh Lembaga Kimia Amerika di San Diego, pekan lalu.
Sebenarnya tinta tato tersebut sudah terdaftar sebagai zat pewarna untuk kosmetik pada Food and Drug Administration (FDA) di Amerika. Diduga, lembaga ini kurang ketat mengawasinya. Buktinya para peneliti dari Universitas Northern Arizona menemukan logam beracun dalam tinta tato itu.
Manfaat Akupunktur bagi Wanita Hamil
TEMUAN ini patut disimak oleh wanita yang sedang hamil. Mereka sering mengeluh sakit panggul akibat gelombang hormon selama kehamilan yang mempengaruhi otot dan ikatan sendi tulang. Kini, ada cara yang terbukti ampuh untuk mengatasinya, yakni akupunktur.
Sebuah penelitian telah dilakukan oleh Institut Kesehatan Wanita dan Anak, di Gothenburg, Swedia, untuk membuktikan khasiat terapi tersebut. Mereka mengamati pengaruh olahraga dan akupunktur pada 386 wanita hamil. Hasilnya, wanita yang mendapat pengobatan akupunktur dan melakukan olahraga selama enam minggu dilaporkan mengalami pengurangan rasa sakit pada panggulnya. "Akupunktur ternyata bisa mengurangi rasa sakit di panggul," kata Helen Elden, seorang peneliti.
Dipublikasikan dalam Jurnal Kedokteran Inggris baru-baru ini, para peneliti juga menyatakan temuan itu amat penting. Selama ini orang hamil cenderung memakai korset untuk mengusir rasa sakit di panggul. Padahal cara ini belum diuji lewat sebuah penelitian.
Efek Samping Vitamin E
Selama ini para ahli gizi percaya, vitamin E berkhasiat memuluskan kulit, bisa menangkal kanker dan serangan jantung. Hanya, sebuah penelitian membuktikan bahwa konsumsi vitamin E dalam dosis tinggi pada penderita diabetes dan penyakit pembuluh darah sungguh berbahaya. Ini bisa mengakibatkan gagal jantung.
Dipimpin oleh Dr Eva Lonn, profesor kardiologi dari McMaster University, New York, penelitian semula bermaksud positif. Tujuannya ingin membuktikan manfaat vitamin E untuk menghindari penyakit kanker dan penyakit jantung. Hasilnya justru sebaliknya. Diduga, penggunaan vitamin E yang berlebihan bisa mengakibatkan gagal jantung. "Temuan ini sungguh tak terduga. Penelitian lain harus segera dilakukan," kata Lonn.
Hasil studi itu dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association, Rabu pekan lalu. Lonn sendiri mengakui hubungan antara vitamin E dan kegagalan jantung belum terlalu jelas. Tapi ia berteori, vitamin E dan antioksidan dosis tinggi sangat mungkin mengganggu keseimbangan tubuh.
Lonn telah mengamati 7.030 orang penderita diabetes, penyakit pembuluh darah, dan penderita jantung. Ternyata, gagal jantung ditemukan pada 641 pasien yang biasa mengkonsumsi vitamin E. Hal ini tidak terjadi pada 578 pasien yang menggunakan plasebo. Menurut Lonn, efek samping tersebut hanya ditemukan pada pemakai suplemen vitamin E (berupa pil), bukan vitamin E yang terkandung dalam makanan seperti kacang-kacangan atau sayuran.
Kini sekitar 20 juta orang Amerika mengkonsumsi pil vitamin E dengan dosis tinggi, sekitar 400 miligram setiap hari. Jika penelitian tersebut benar-benar valid, mereka bisa terancam gagal jantung setiap saat.
(Reuters AP, Bioterrorism News)
|