Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 04/XXXIV/21 - 27 Maret 2005
   
Ekonomi dan Bisnis

Terganjal Cukai

Terjangan badai krisis pada 1997 tak sedikit pun menggoyang industri rokok. Berbeda dengan banyak perusahaan di Indonesia, sejumlah perusahaan rokok tetap saja mencatat kenaikan penjualan yang signifikan. Nama pemilik perusahaan rokok seperti Putera Sampoerna (HM Sampoerna) atau Rahman Halim (Gudang Garam) tetap tercatat di majalah Forbes sebagai orang-orang terkaya di Indonesia. Bahkan Djarum kini menjelma menjadi salah satu konglomerat Indonesia dengan menguasai antara lain BCA dan Hotel Indonesia.

Kalaupun ada yang bisa mengalahkan pabrik rokok, itu tak lain yang bernama cukai tembakau. Kenaikan tarif cukai pada tahun 2000 menyebabkan harga rokok naik dan akibatnya produksi rokok turun. Pada 1999, produksi rokok masih mencapai 245 miliar batang, tapi pada tahun 2000 turun menjadi 235 miliar batang, dan kini berada pada kisaran 200 miliar. ?Sepanjang tahun 2000 terjadi tiga kali kenaikan harga jual eceran,? kata Pelaksana Harian Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri), Imam Roejono.

Meskipun produksi menurun, penerimaan cukai terus menanjak. Pada tahun anggaran 1997/1998 penerimaan cukai masih Rp 5,1 triliun (kontribusi rokok mencapai 98 persen), tapi pada tahun anggaran 2001 sudah mencapai Rp 17,4 triliun. Dan pada tahun anggaran 2005, pemerintah menargetkan penerimaan cukai Rp 28,9 triliun. Tak cuma pemerintah yang menikmati cukai. Perusahaan rokok pun tetap meraup pendapatan yang tinggi. HM Sampoerna, misalnya. Pada 1997, perusahaan ini mencatat penjualan Rp 3,1 triliun, dan pada tahun lalu sudah Rp 16,8 triliun.

Saat ini, ada 708 pabrik rokok di Indonesia. Tapi, sebagian besar terkonsentrasi di Jawa Tengah (283) dan Jawa Timur (378). Pasar rokok juga hanya dikuasai beberapa perusahaan seperti Gudang Garam (Kediri, Jawa Timur), Djarum (Kudus, Jawa Tengah), HM Sampoerna (Surabaya, Jawa Timur), dan Bentoel (Malang, Jawa Timur). Sebagian besar, perusahaan rokok itu dimiliki keluarga secara turun-temurun. Hanya tiga perusahaan yang sudah masuk bursa, yakni Gudang Garam, Sampoerna, dan Bentoel.

SSK


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data