|
Di Amerika Serikat, salah satu negeri termaju di dunia, kue lapis legit bisa jadi perkara besar. Sabtu dua pekan lalu, mantan Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, Goenawan Mohamad, check in di bandara kecil Kota Columbia, Missouri, dengan tujuan St. Louis. Di bagian pemeriksaan bagasi, petugas menyimpulkan "ada bahan peledak TNT empat atau lima kali di atas rata-rata" di dalam koper wartawan senior ini.
Goenawan marah bercampur geli. Yang dituduh bahan peledak adalah kue lapis legit titipan istrinya, Widarti, untuk adiknya. Sang adik menikah dengan seorang ekonom asal Amerika dan menetap di Berkley, California. "Itu kebodohan yang menggelikan," kata Goenawan melalui e-mail kepada wartawan Tempo, Philipus Parera.
Karena pesawat tak lagi terkejar, Goenawan pun menyeret kopernya keluar dari bandara. Syukurlah, kue lapis yang malang itu dikembalikan. Perjalanan ke St. Louis ganti ditempuh lewat darat. Menyetir sendiri, sembari nyasar di sana-sini.
Selesai? Belum. Entah tahu dari mana, koran lokal di Columbia, Missouri, mewawancarai Goenawan dan ingin menerbitkan cerita ini. Teman Goenawan lainnya di Amerika mau mendongengkan kisah itu ke anggota Kongres di wilayahnya. Kawan yang lain lagi mencoba meminta perhatian surat kabar di New York. Rupanya, banyak juga warga Amerika yang jengkel melihat paranoia di negeri itu sekarang.
|