|
Inilah temuan terbaru Imam B. Prasodjo: penunjuk waktu tsunami Aceh. Jam dinding kotak berwarna hitam merek Lorus itu berukuran lima kali telapak tangan. Jarumnya menunjuk pukul 08.56 WIB, Minggu 26 (Desember 2004), persis saat tsunami mulai menampar Aceh. "(Jam) ini punya nilai historis, makanya enggak saya utak-atik, saya biarkan seperti aslinya," kata Imam sembari menunjukkan benda itu kepada Tempo, pekan lalu.
Imam datang ke Aceh dua bulan setelah tsunami, 26 Februari 2005, bersama rombongan Charles Moed dari lembaga Operation USA di Aceh. Tengah bermobil melintasi Jalan Sutan Iskandar Muda, Desa Ulele Aceh Besar, Charles bertanya kepada Imam, pukul berapa tsunami menghantam Aceh. Imam menjawab: "Sekitar jam sembilan pagi." Eh, tiba-tiba Charles meminta mobil dimundurkan. Rombongan berhenti di depan Rumah Sakit Meuraksa. Di sanalah jam berlumpur itu tergeletak di sela-sela puing.
Imam berniat memesan kemasan khusus untuk menyimpan jam tersebut, dan akan memajangnya di sebuah tempat yang khusus dan padan bagi si jam. Di mana? "Siapa tahu kelak monumen tsunami bisa dibangun di Aceh," kata Imam.
|