|
ADA seorang "hakim" yang kian populer di Indonesia belakangan ini. Namanya Tina Zakaria, 30 tahun. Tanpa toga, tanpa ijazah, kata-kata Tina mutlak dipatuhisaban ahad, pukul 08.00-10.00 malamoleh setiap peserta acara Penghuni Terakhir 2. "Persidangan" yang dipimpin Tina itu disiarkan langsung di kanal ANTV. Pemenang acara, setelah diisolasi selama 100 hari, akan mendapat rumah senilai Rp 1,25 miliar.
Sebagai hakim di tayangan itu, Tina punya kuasa menunjuk seseorang untuk bicara atau bungkam. Dan semuanya wajib mematuhi. Termasuk anggota juri serta penggagas acara ini, Helmy Yahya.
Ahad dua pekan lalu, kata-kata Tina untuk pertama kalinya kehilangan tuah. Di awal acara, ia meminta eksekutor malam itu (disebut "pemegang kunci"), Sherly, agar menyebutkan siapa dari ketiga kontestan yang akan dibuang malam itu karena mendapat skor pesan pendek terendah. Sherly menolak menyebutkan. Tina mengulang perintah. Sherly bergeming. Setelah tiga kali, Tina menyerah. "Wah, kesaktian saya hilang malam itu. Sherly memang bandel," katanya dengan tawa berderai kepada wartawan Tempo, Akmal Nasery Basral. Mengapa Tina sampai menyerah? Karena acara harus terus berjalan.
|