Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 03/XXXIV/14 - 20 Maret 2005
   
Olahraga

Bukan Hanya karena Untung

Di atas podium sirkuit Albert Park, Australia, Giancarlo Fisichella merasa terlahir kembali. Buih sampanye berhamburan ke udara. Sorak penonton berkumandang. Pembalap asal Italia itu menikmati sensasi kemenangan yang luar biasa. "Ini fantastis," ujarnya Ahad pekan lalu.

Setelah 10 tahun berlaga di ajang balap mobil Formula 1, inilah pertama kalinya Fisichella menginjakkan kaki di atas podium para juara. Dua tahun lalu, ia sebetulnya berhasil menjuarai Grand Prix Brasil bersama tim Jordan. Tapi saat itu ia tak bisa merayakan kemenangan di atas podium karena terjadi kekeliruan penghitungan lap.

FIA mengumumkan pemenang lomba adalah Kimi Raikkonen dari tim McLaren. Beberapa waktu kemudian barulah hasil itu diralat. Fisichella dinyatakan sebagai pemenang. Tapi kesempatan merayakan kemenangan di podium sudah telanjur lewat.

Dengan rendah hati Fisichella mengaku kemenangannya dua tahun lalu itu lebih karena faktor keberuntungan. Itu sebabnya di seri berikut dia kembali mengalami masa-masa sulit. Tapi kali ini dia merasakan kondisi yang berbeda. "Saat ini saya telah menemukan tunggangan yang sempurna," katanya.

Ketika mulai berkiprah di ajang F1, Fisichella dinilai sebagai pembalap berbakat. Sayangnya, setelah 142 kali tampil, baru dua kali dia berhasil menjadi juara. "Selama ini saya tak pernah bisa menunjukkan bakat saya karena tak pernah mendapat mobil yang tepat," katanya beralasan.

Fisichella mengaku segalanya terasa tepat ketika mengendarai mobil Re-nault baru yang menggunakan kerangka R-25. Sejak diuji coba Januari lalu, mobil itu tampil mengesankan. "Kecepatan dan keseimbangannya sempurna," ujar pembalap yang sebelum bergabung dengan Renault pernah memperkuat Minardi, Benetton, dan Jordan itu.

Dengan modal itu, Fisichella yakin musim ini nasibnya akan lebih baik. "Rasanya saya tak pernah merasa sedekat ini dengan keberhasilan, kami bersama Ferrari dan Mc-Laren adalah tiga tim yang paling berpeluang meraih gelar juara," katanya

NS


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data