Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 51/XXXIII/14 - 20 Februari 2005
   
Olahraga

Yang Cemerlang di Bawah Gawang

Di usia muda, Petr Cech telah menjadi kiper terhebat di Liga Inggris. Selalu belajar dari kekalahan.

Keluar dari ruang ganti, Petr Cech tampak murung. Tiada senyum yang biasa menyembul dari bibirnya. Padahal malam itu ia sukses menjaga gawang Chelsea tanpa kebobolan. Keberhasilan ini memperpanjang rekor tak kemasukan gol yang dipegangnya menjadi 871 menit selama sembilan pertandingan. Lalu, me-ngapa ia bersedih? "Kalau boleh memilih, saya lebih suka gawang saya jebol tapi tim kami menang," jawabnya.

Dalam pertandingan di Stamford Bridge Senin pekan lalu, Chelsea memang ditahan imbang tim tamu Manchester City 0-0. Hasil ini agak mengerem laju Chelsea menuju gelar juara Liga Inggris. Poin yang dikumpulkan hanya bertambah satu, menjadi 65 dari 26 pertandingan. Kini selisih poin dari saingan terdekatnya, Manchester United, yang sehari sebelumnya mengalahkan Birmingham City 2-0, tinggal sembilan saja. Artinya, gelar juara masih bisa terbang dari tangan Chelsea karena masih ada 12 pertandingan tersisa. "Semua rekor yang saya pegang akan sia-sia saja bila musim ini kami tak juara," kata Cech.

Kiper asal Republik Chek itu kini selalu jadi benteng terakhir pertahanan Chelsea. Dibeli dari klub Prancis, Rennes, seharga 7 juta pound atau sekitar Rp 119 miliar pada Juli tahun lalu, ia langsung merebut posisi kiper utama dari Carlo Cudicini. Lelaki 22 tahun ini senantiasa tampil tanpa cela. Di bawah penjagaannya, musim ini Chelsea baru kebobolan 8 gol.

Yang juga mengundang decak kagum, gawang yang dijaga Petr Cech belum pernah jebol lagi sejak Desember lalu saat Chelsea ditahan imbang 2-2 oleh Arsenal. Catatan yang dimilikinya, selama 871 tanpa kebobolan, telah melampaui rekor kiper Manchester United asal Denmark, Peter Schmeichel, yang selama 694 menit tanpa gol pada 1997. "Ini menakjubkan. Tapi saya tak akan bisa mencapainya tanpa lini belakang yang sangat solid," ujar Cech.

Barisan belakang Chelsea memang yahud. Kerja sama William Gallas, Ricardo Carvalho, Paulo Ferreira, Wayne Bridge, dan John Terry kerap membuat sang ki-per menganggur di bawah gawang. Toh, saat bola mengarah deras ke gawangnya, Cech selalu tampil meyakinkan. Membendung penalti juga jadi keahliannya. Terakhir, kepiawaiannya terlihat saat Chelsea mengalahkan Blackburn Rovers 1-0 pada 2 Februari lalu. Saat itu ia berhasil menyelamatkan tendangan penalti Paul Dickov di menit ke-34.

Pelatih Chelsea, Jose Mourinho, menyebut Cech sebagai kiper luar biasa. "Biasanya kiper yang tinggi cenderung lamban, tapi dia justru sangat tangkas. Dia juga mampu mengantisipasi permainan dengan bagus dan tangannya seperti punya mata," katanya. Cech memiliki tinggi badan 1,97 meter dan berat 87 kilogram. Mourinho juga menyukai cara pemain ini yang efisien, tak pernah melakukan trik atau aksi akrobatik. Begitu bola didapat, ia sigap mengarahkan bola untuk sebuah serangan balik. "Dia tidak pernah bermain untuk menyenangkan fotografer," kata sang pelatih.

Pujian pun datang dari Peter Schmeichel, yang rekornya baru dipatahkan. Selain besar dan lincah, Cech dinilai bermental kuat dan cepat dalam membuat keputusan. "Dia juga memiliki konsentrasi yang hebat," tuturnya. Bahkan, da-lam latihan, konsentrasinya tetap tinggi sehingga teman-teman Cech selalu mengeluh karena susah membobol gawangnya. Yang membuat Schmeichel geleng kepala adalah usia Cech saat ini masih muda, belum sampai 23 tahun. Padahal, sebagai kiper, dirinya mencapai kematangan pada usia 30 tahun.

Lahir di Pitzen, Republik Chek, pada 20 Mei 1982, sejak belia Petr Cech sudah bergabung dengan klub sepak bola lokal Viktoria Plzen. Awalnya dia menjadi striker dan cukup subur dalam mencetak gol. Tapi, saat menghadapi suatu pertandingan besar, kiper klub justru sakit. Cech menawarkan diri menjaga gawang. Usai pertandingan itu pelatih justru memintanya tetap jadi kiper. Tapi Cech sendiri masih tertarik menjadi striker, sehingga dia kerap menjalani dua posisi ini secara bergantian. Dia baru memutuskan secara penuh menjadi kiper setelah mengalami patah kaki pada usia 10 tahun.

Namanya mulai meroket sesudah bergabung dengan klub Sparta Prague. Cech, yang saat itu berusia 19 tahun, menorehkan rekor tak pernah kebobolan dalam 904 menit. Klub-klub raksasa Eropa lantas meliriknya, termasuk Arsenal. Sayang, saat itu Cech kesulitan mendapat izin kerja. Akhirnya dia berlabuh di klub Prancis, Rennes, pada 2002. Di sini ia bermain cukup bagus. Begitu pula saat Cech memperkuat tim Republik Chek pada Euro 2004 lalu. Dia tampil gemilang dan berhasil mengantar timnya melaju ke semifinal.

Kecemerlangan juga ditunjukkan Petr Cech setelah bergabung dengan Chelsea. Di pertandingan pertamanya, melawan Manchester United pada 15 Agustus 2004, ia berhasil menjaga gawangnya tak kebobolan dan Chelsea pun menang 1-0. Sejak itu Mourinho pun lebih memilihnya, meski kiper utama Cudicini telah sembuh dari cedera.

Semua itu dicapai dengan berlatih dan belajar keras. "Saya selalu benci dan belajar dari kekalahan. Bahkan, saat mendapat nilai B di sekolah, saya selalu marah," kata Cech. Dia juga melihat kesempatan yang masih terbuka untuk terus berkembang. "Seorang kiper yang memulai karier internasional pada usia 20 tahun baru akan mencapai puncak dalam lima atau sepuluh tahun. Jadi, yang terbaik dari saya sebenarnya belum muncul," katanya.

Kini, suami Martina ini bertekad melampaui rekor tak kebobolan yang ditorehkannya di Sparta Prague. Dia hanya butuh tak kebobolan dalam satu pertandingan lagi. Kendati begitu, yang paling diidamkannya adalah gelar juara, kebanggaan yang tidak pernah diraihnya bersama Praha. Bersama Chelsea, sekarang peluang itu kini datang lagi. "Saya yakin Chelsea bisa juara. Kami tahu, ini adalah kesempatan bersejarah yang tak boleh disia-siakan," ujarnya.

Nurdin Saleh


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
28/XXXVII/01 - 7 September 2008

 

Berita lainnya

Yudhoyono Terima Gubernur Bali dan Kalimantan Barat - 05 Sep 2008 | 15:48 WIB
Swasta Dominasi Proyek Listrik Tahap Dua - 05 Sep 2008 | 15:46 WIB
Polisi Sita 3,5 Kilogram Ganja - 05 Sep 2008 | 15:45 WIB
Malaysia Bakal Deportasi Pengungsi Tsunam - 05 Sep 2008 | 15:42 WIB
BP Solar Jual Pembangkit Tenaga Surya - 05 Sep 2008 | 15:41 WIB
Minyak Tanah Subisidi Dijual Lewat Operasi Pasar - 05 Sep 2008 | 15:36 WIB
Pengungsi Lapindo Mulai Tinggalkan Pasar Baru Porong - 05 Sep 2008 | 15:36 WIB
Soal Masa Jabatan, Presiden Tunggu Kapolri Pulang Umroh - 05 Sep 2008 | 15:33 WIB
Kementerian BUMN Rombak Komisaris Berdikari - 05 Sep 2008 | 15:28 WIB
Layanan Kesehatan Gratis Di Kebumen - 05 Sep 2008 | 15:26 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data