|
Penghargaan:
Nazaruddin Syamsuddin, 61 tahun
UNIVERSITAS Monash, Australia, memberikan penghargaan Distinguish Alumni Award (alumni luar biasa) untuk Prof Dr Nazaruddin Syamsuddin MA. Selain penghargaan, cendekiawan politik kelahiran Bireuen, Aceh, 5 November 1944 ini juga dianugerahi pangkat sebagai profesor kehormatan.
Nazaruddin menyelesaikan pendidikan strata satunya di Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan program S2 di Universitas Monash, Australia. Pada 1985, ayah empat anak ini menyelesaikan program doktornya di universitas di Negeri Kanguru itu.
Beberapa karya tulis Nazaruddin sudah diterbitkan dalam sejumlah buku, misalnya The Republican Revolt (pemberontakan kaum republik), yang menggambarkan pemberontakan tokoh Aceh, Daud Beureueh, PNI dan Kepolitikannya (1984), Integrasi Politik di Indonesia (1989), dan Dinamika Sistem Politik Indonesia (1993).
Di mata Tony Mitchener, Atase Pendidikan Kedutaan Besar Australia, Nazaruddin Syamsuddin merupakan cendekiawan politik terkemuka. Ia juga mempunyai karier yang menonjol di bidang pemerintahan. Guru besar FISIP UI ini pernah menjabat Deputi Bidang Pengkajian dan Pengembangan BP-7 Pusat pada 1997-1999. Pada tahun yang sama, dia adalah asisten menteri khusus, anggota MPR. Dalam pemilihan umum yang lalu, pemrakarsa berdirinya Asosiasi Ilmu Politik Indonesia ini ditunjuk sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum.
"Terus terang saya agak skeptis tiap kali mendengar berita di sana. Indonesia sering dijadikan proyek bulan-bulanan."
?Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Selasa pekan lalu, menyatakan dia meragukan kebenaran informasi soal Dulmatin alias Joko Pitono, warga negara Indonesia tersangka kasus bom Bali, yang menurut harian The Philippine Star tewas dibom di kawasan Maguindanao, Kamis 27 Januari lalu.
"Presiden belum memerintahkan pergantian Kepala Staf Angkatan Darat. Jadi saya jalan terus. Mau diganti besok pun, hari ini saya tetap bekerja."
? Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu, Selasa pekan lalu, menyatakan belum mendengar rencana Presiden untuk mengganti semua kepala staf angkatan pada bulan ini.
TEMPO DOELOE
31 Januari 1865
Senat Amerika menyetujui amendemen ke-13 dalam konstitusi Amerika yang menghapus perbudakan.
1 Februari 1979
Ayatullah Khomeini kembali ke Iran setelah 15 tahun berada di pengasingan. Ia kemudian mendeklarasikan berdirinya Republik Islam Iran.
2 Februari 1971
Panglima Angkatan Bersenjata Uganda, Mayor Jenderal Idi Amin, mulai berkuasa setelah menjatuhkan Presiden Milton Obote. Ia kemudian membunuh lawan-lawan politiknya dan menumpas etnis lain.
3 Februari 1969
Kongres Nasional Palestina mengangkat Yasser Arafat sebagai pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Ia mendapat anugerah Nobel Perdamaian, bersama Yitzhak Rabin dan Shimon Perez, pada 1994. Arafat meninggal pada 2004.
4 Februari 1948
Yugoslavia sebagai negara dihapuskan oleh federasi Serbia dan Montenegro, dua republik yang tersisa. Mereka sepakat membentuk negara baru Serbia Montenegro.
5 Februari 1974
Penculikan dramatis terjadi atas Patty Hearst, 19 tahun, putri penerbit ternama Amerika Randolph Hearst. Ia diculik oleh Tentara Pembebasan Simbion di Berkeley, California. Patty kemudian mengalami cuci otak dan menjadi bagian dari kelompok kriminal tersebut.
6 Februari 1952
Elizabeth II, 25 tahun, naik takhta sebagai Ratu Inggris menggantikan ayahnya, Raja George VI, 56 tahun, yang meninggal dunia akibat sakit paru-paru. Ratu Elizabeth?begitu ia kerap disebut?menjadi pemimpin negara Inggris yang paling populer.
|