Kapal Kami Hanya Dicarter |
Siapa yang menyewa kapal MV Mirna dan sejak kapan tiba di Wondama, Papua?
Kami dicarter oleh perusahaan di Malaysia (Admiral Shipping SDN BHD). Kami tiba di Manokwari, Papua, pada 21 Agustus 2004. Begitu tiba, kami langsung memasukkan kayu, sesuai dengan permintaan pihak pengorder yang mencarter kami. Kami bersandar selama tiga hari dan mempersiapkan dokumen-dokumen pelayaran yang diperlukan. Sebelum berangkat, kami masih harus menunggu surat izin sekaligus menanti muatan terakhir. Namun, surat izin ini tidak kunjung datang.
Lalu, apa yang Anda lakukan?
Kami menelepon ke otoritas pelabuhan untuk menanyakan dan mendesak agar surat izin dipercepat. Ketika sedang menunggu, datang satu kapal kecil yang mengantarkan seorang agen. Agen itu membawa dokumen dan menyerahkannya kepada saya. Setelah menerima dokumen, turun perintah agar kapal segera berangkat. Kami pun berlayar meninggalkan pelabuhan. Tapi baru beberapa saat berjalan, kami dicegat kapal patroli KRI Sutanto.
Apa yang dilakukan KRI Sutanto?
KRI Sutanto memperingatkan kapal saya dan menyuruh berhenti untuk pemeriksaan surat-surat. Dua petugas dengan didampingi beberapa tentara (TNI AL) langsung naik ke kabin kapten. Mereka menanyakan dokumen muatan kapal dan surat izin berlayar (SIB). Semua surat dan dokumen saya serahkan. Tapi SIB tidak ada, karena kami hanya dicarter dan kapal ini bukan kapal Indonesia.
Bagaimana sikap KRI Sutanto terhadap penjelasan Anda?
Mereka berkeras bahwa kapal ini adalah kapal Indonesia karena ada bendera Indonesia dan berlayar di perairan Indonesia. Tapi saya tetap membantah dan menjelaskan bahwa kami dari Kroasia dan disewa oleh sebuah perusahaan dari Malaysia. Saya menegaskan berulang kali bahwa kami hanya diorder. Selama kurang-lebih dua jam kami berdebat. Tapi mereka menyatakan menangkap kami dengan alasan tak bisa menunjukkan dokumen secara lengkap. Kami lalu dibawa ke Surabaya dan tiba si sana pada 4 September (2004).
Di Surabaya, Anda diperiksa lagi?
Ya. Dan yang ditanyakan selalu saja soal dokumen SIB. Terhadap pertanyaan itu, saya selalu menjawab ini kapal carteran dan kami hanya menjalankan perintah.
|