Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 48/XXXIII/24 - 30 Januari 2005
   
Ilmu dan Teknologi

Gajah Terbang Penakluk Amerika

Airbus meluncurkan pesawat mega-jumbojet sepanjang lapangan sepak bola. Boeing buatan Amerika tak lagi raja udara.

?To invent an airplane... is nothing
To build an airplane... is something
But to fly... is everything?
Otto Lilienthal

Terbang adalah segalanya. Pada saat Otto Lilienthal mengucapkan kata-kata itu tahun 1894, tak seorang pun bakal percaya manusia bisa melayang seperti burung. Tapi pria asal Kota Anklam, Jerman, ini memulai mimpinya menjadi orang pertama yang merasakan terbang bak burung dengan pesawat tanpa mesin (glider).

Selasa pekan lalu, mimpi Otto bahkan jauh tertinggal di masa lalu. Dari hanggar Jean-Luc Lagardere Final Assembly Line Hall, di Kota Toulouse, barat daya Prancis, Airbus melepas pesawat mega-jumbojet seri A380. Inilah pesawat penumpang terbesar dalam sejarah manusia. ?Bersama Airbus, Eropa menorehkan tinta emas sejarah,? kata Noel Forgeard, bos Airbus, di hadapan 5.000 undangan.

A380 memang sebuah proyek kebanggaan Eropa. Di balik pembuatan burung raksasa itu, terlibat empat negara Eropa?Prancis, Inggris, Jerman, dan Spanyol?yang tergabung dalam European Aerospace and Defense Company (EADS). Sebagai pemegang 80 persen saham utama di perusahaan ini, keempatnya harus merogoh kocek hingga 10,7 miliar euro atau sekitar Rp 127,33 triliun untuk pengembangan A380.

Tapi apa artinya angka dibanding kebanggaan mengalahkan dominasi Boeing? Pabrikan asal Amerika ini sudah lama merajai dirgantara melalui produk kebanggaan mereka, Boeing 747-400. Dan sekarang, hanya A380 yang bisa menyaingi 747. ?Inilah teknologi yang menggambarkan sukses Eropa. Saat melayang, pesawat ini membawa warna benua kami dan ambisi teknologi kami,? kata Jacques Chirac, Presiden Prancis yang hadir bersama Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Kanselir Jerman Gerhard Schroeder, serta Perdana Menteri Spanyol Jose Luis Rodriguez Zapatero.

Gajah terbang A380 memiliki semua atribut yang membuatnya pantas bergelar raksasa. Ia lebih besar dari 747-400, lebih panjang (70,40 meter), dan lebih tinggi (24,19 meter, lihat infografik). Dengan badan sebongsor itu, ruang dalam A380 bahkan cukup untuk memarkir 70 mobil jenis sedan!

Kabinnya yang selebar 7 meter dan sepanjang 70 meter mampu menampung 555 penumpang. Kalau perlu, penumpang bisa ditambah menjadi 840 orang?33 persen lebih banyak dari kapasitas Boeing 747. Menariknya, dengan kapasitas lebih besar, A380 justru 15 persen lebih ringan dibanding 747. Ini berkat 40 persen rangka pesawat yang terbuat dari bahan komposit karbon mutakhir yang lebih ringan.

Untuk mengurangi bobot pesawat, Airbus juga memindahkan titik keseimbangan (center of gravity) sekitar 6 persen ke belakang. Dengan teknik ini, dapat dihemat ruang sekitar 40 meter persegi di sekitar daerah ekor kemudi naik-turun (horizontal stabilizer).

Pesawat yang satu ekor berharga US$ 263-286 juta (Rp 2,393-2,6 triliun) ini tak hanya unggul postur. Ditopang 4 mesin bertenaga 1.208 kN dari Rolls Royce tipe Trent 900 atau GP7200 turbofan produksi perusahaan AS General Electric dan Pratt & Whitney, pesawat ini mampu melaju hingga 0,89 March alias 1.080 kilometer per jam!

Raju Febrian



Masa awal
Terbang melayang laksana burung membuat orang bermimpi. Mulai dari lukisan Ikarus dan Daedalus, pasangan manusia burung dalam mitologi Yunani kuno, hingga sketsa Leonardo da Vinci menunjukkan keinginan manusia untuk terbang.

Terbang (1900)
17 Desember 1903 mimpi manusia itu menjadi kenyataan. Dua bersaudara Wright, Wilbur dan Orville Wright, menerbangkan Flyer I sejauh 37 meter selama 12 detik di Kill Devill Hill, Kitty Hawk, Carolina Utara, AS.

Komersial (1909)
Pebisnis Jerman membuat DELAG, perusahaan penerbangan pertama di dunia, yang menerbangkan armada kapal udara Zeppelin. Glenn Curtiss memenangi trofi Gordon Bennet dalam satu pameran kedirgantaraan internasional besar pertama di Rheims, Prancis.

Bencana (1937)
Pesawat udara mulai menjadi sarana angkutan jarak jauh. Tapi 6 Mei 1937, pesawat terbesar kala itu, LZ129 Hindenburg milik Jerman, meledak di New Jersey, AS, setelah terbang 60 jam dari Jerman. Hancurnya balon udara sepanjang 245 meter ini menewaskan 36 orang.

Helikopter (1939)
Meski bukan helikopter pertama, VS-300 karya Igor Sikorsky menjadi tonggak produksi helikopter secara massal. Pertama kali diterbangkan di Connecticut, AS, pada 1939.

Mesin perang (1940)
Pada akhir Perang Dunia I, Orville Wright pernah berkata, ?Pesawat membuat perang menjadi mengerikan. Saya tak percaya ada negara yang akan kembali berperang.? Tapi 15 tahun kemudian Enola Gay, pesawat Boeing B-29 yang menjatuhkan bom atom di Hiroshima, menjadi bukti kegunaan pesawat sebagai mesin perang paling efektif.

Pesawat penumpang (1957)
Mesin jet Sir Frank Whittle mengubah dunia penerbangan komersial menjadi lebih cepat dan efisien. Mampu mengangkut penumpang dan barang lebih banyak, dipelopori Boeing 707.

Supersonik (1969)
Concorde pesawat supersonik pertama. New York-London dilalap hanya dalam tiga setengah jam. Namun 26 November 2003 menjadi penerbangan terakhir pesawat jenis ini.

Luar angkasa (1981)
Pesawat ulang-alik pertama, Columbia, diluncurkan dan menjadi pesawat angkasa pertama yang bisa digunakan kembali.

Masa depan (2003)
Lebih dari seabad sejak penerbangan bermesin pertama, mimpi manusia untuk terbang belum berhenti. Airbus A380 mampu menampung maksimal 840 penumpang sekali angkut menjadi pilihan. Adapun pesawat hipersonik scramjet mampu terbang London-Sydney dalam 90 menit. Keduanya akan menjadi tonggak abad kedua penerbangan.

Bahan diolah dari Graphicnews, Airbus, Boeing, Wikipedia, AFP



Teknologi si Burung Besi

  • Sayap dikembangkan BAE System menggunakan supercritical airfoil section
  • Rangka dengan diameter 22 inci yang memungkinkan satu baris diisi 8 penumpang
  • Rangka dibuat dari baja plus material sintetis seperti carbon fiber reinforced plastics (CFRPs) dan fiber reinforced alumunium (GLARE) sehingga lebih ringan
  • Pesawat pertama dengan windshear protection
  • Pesawat pertama dengan wingslet untuk mendapatkan efek aerodinamis lebih baik
  • Autopilot yang bisa menerbangkan dan mendaratkan pesawat otomatis
  • Sistem pengontro kemudi fly-by-wire dan brake-by-wire serba elektornik
  • Menggunakan 4 mesin bertenaga 1.208 kN dari Roll Royce tipe Trent 900 atauGP7200 turbofan produksi General Electric dan Pratt & Whitney
  • Akses Wi-Fi untuk Akses Internet


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
28/XXXVII/01 - 7 September 2008

 

Berita lainnya

Daya Beli Petani Nusa Tenggara Barat Anjlok - 07 Sep 2008 | 08:30 WIB
Paraguay Kokoh di Puncak, Argentina Puas - 07 Sep 2008 | 08:07 WIB
Gempa 5,3 SR Landa Laut Maluku   - 07 Sep 2008 | 08:05 WIB
Dua Aksi Massa Berpotensi Macetkan Jalan - 07 Sep 2008 | 07:50 WIB
Spanyol Banyak Buang Peluang - 07 Sep 2008 | 07:37 WIB
Arus Lalu Lintas Ibukota Pagi Ini Lancar - 07 Sep 2008 | 07:30 WIB
Jakarta dan Sekitarnya Berawan   - 07 Sep 2008 | 07:19 WIB
Yenny Wahid Bantah Klaim Yusril Didukung Gus Dur - 06 Sep 2008 | 22:09 WIB
Olimpiade Paralimpik Dibuka dengan Meriah - 06 Sep 2008 | 21:41 WIB
Christopher Terhenti di Final AS Terbuka - 06 Sep 2008 | 21:26 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data