Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 47/XXXIII/17 - 23 Januari 2005
   
Luar Negeri

Berkat Pesan No. 47

PESAN itu ditujukan ”Buckhead” untuk temannya ”Howlin”. Alih-alih membuatnya dalam versi pesan pendek atau e-mail, Buckhead malah menempatkan pesannya di blog (lengkapnya web log, bentuk digital dari semacam jurnal harian) FreeRepublic.com. Kontan saja, pesan bernomor 47 yang dipasang kurang dari empat jam setelah Dan Rather mengumumkan memo Killian itu di CBS, menyulut rasa keingintahuan blogger di seluruh dunia.

Beberapa menit kemudian, sejumlah blog politik seperti Ratherbiased.com, PowerLineBlog.com, atau Instapundit.com kebanjiran komentar yang umumnya memberikan konfirmasi atas kecurigaan Buckhead. Standar mesin ketik yang dipakai oleh militer Amerika saat itu, IBM Selectric II, ternyata memakai tipe huruf Courier.

Alhasil, semua dokumen Killian yang menjadi roh pemberitaan Rather dan diklaim autentik ternyata palsu adanya. Reputasi selama empat dekade yang dianyam Rather dengan hati-hati—termasuk 24 tahun terakhir sebagai pembawa acara 60 Minutes yang bakal dia akhiri pada 9 Maret 2005—rontok seketika oleh para ”jurnalis amatir” seperti Buckhead. Bagi sebagian kalangan, sukses ”investigasi” para blogger itu menandai munculnya era baru dalam jurnalistik: tumbangnya dominasi media besar dan utama (MSM, mainstream media).

Sebetulnya, blogger sudah mulai mencuri perhatian publik sejak 1998, ketika Matt Drudge merilis artikel tentang hubungan gelap Bill Clinton dan Monica Lewinsky. Syahdan, isu itu sudah didengar banyak koresponden media yang mangkal di Gedung Putih, tapi sungkan mengeksposnya di media masing-masing karena minimnya bukti. Drudge yang tanpa beban—saat itu berumur 32 tahun—mengungkap semua kabar angin tersebut dalam Drudge Report. Ia sempat dituntut pengacara Gedung Putih, Sydney Blumenthal, atas tuduhan pencemaran nama baik Presiden dan harus membayar US$ 30 juta (Rp 270 miliar).

Namun sukses Drudge tak serta-merta diakui oleh kalangan pers raksasa di negeri Abang Sam yang lebih suka menyebutnya sebagai pengusung cybergossip. Kecerdasannya dipertanyakan. Drudge, yang cuma lulusan SMA Montgomery Blair, memang hanya menempati peringkat 325 dari 350 siswa saat lulus dari sekolah itu pada 1984. Namun belakangan ini tingkat pendidikan para blogger sering mencengangkan. Tak sedikit dari mereka yang bergelar doktor di bidang ilmu sosial dan politik, serta hukum.

Toh, skeptisisme media-media besar terhadap blog juga masih terasa dalam kasus Memogate ini. Meski MSM banyak mengutip hasil investigasi blogger yang melakukannya secara sukarela, mereka masih sering tak menyebutnya sebagai sumber berita. Kecuali harian Los Angeles Times, yang melakukan lagi satu investigasi tambahan. Dan mereka temukan, Buckhead itu ternyata seorang pengacara Atlanta berusia 46 tahun. Nama aslinya: Harry W. MacDougald.

Akmal Nasery Basral (FreeRepublic.com, Ratherbiased.com, PowerLineBlog.com)


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data