|
Tikus Ahli Bahasa
Ya, jangan heran, tikus ternyata memang pintar soal bahasa. Setidaknya, itulah hasil penelitian Juan Toro dari Barcelona Scientific Park, Spanyol. Toro mencoba melacak asal-usul kemampuan yang digunakan manusia dalam menganalisis pembicaraan. Kemampuan ini sudah dimiliki sejak bayi. Makin dewasa, manusia akan mampu membedakan irama bahasa dengan membantu memecahkan suara menjadi pola-pola yang kemudian kita kenal sebagai kata.
Dari sinilah Toro berpikir, binatang, khususnya mamalia, memiliki kemampuan menggunakan dan mengembangkan bahasa. Ia pun memulai penelitiannya. Hasilnya, itu tadi, tikus memiliki kemampuan serupa dengan manusia. "Penemuan ini paralel dengan data dari manusia dewasa, bayi, dan monyet tamarin," katanya.
Pada penelitian yang diberi judul Journal of Experimental Psychology: Animal Behavior Processes itu, Toro meneliti 64 tikus dewasa yang dibagi dalam empat kelompok. Mereka diajari mengenali bahasa Belanda dan Jepang, dan diberi makanan jika mampu merespons. Hasilnya, si tikus hanya merespons bahasa-bahasa yang mereka kenal. Mereka tetap mengenali bahasa itu, meski sudah disintesiskan dengan komputer.
Namun, Toro mengatakan kemampuan ini bukan berarti mereka mengalami evolusi bahasa. Mereka mungkin mengandalkan semacam mekanisme untuk memproses bahasa secara umum, sama halnya dengan kemampuan alami mereka mengenali pola suara yang memperingatkan akan datangnya pemangsa.
Robot Ponsel
Masih adakah kemampuan pintar yang belum dimiliki ponsel? Mengirimkan SMS, MMS, Internet, kamera, radio FM, pemutar MP3, televisi? Sepertinya semua sudah. Tapi tidak juga. Kini ponsel punya fungsi baru: sebagai remote control robot.
Sebuah robot hasil kerja sama tiga perusahaanKDDI, I Bee KK, dan Toshibabisa digerakkan menggunakan fasilitas Bluetooth pada ponsel. Robot yang diberi nama Pirkus ini bisa berjalan, melompat, dan berguling. Kelak, robot pintar ini bakal dilepas ke pasar dengan harga 1.000 poundsterling atau sekitar Rp 17,5 juta.
Segway Centaur
Kendaraan hiburan yang efektif namun dinamis menjadi cita-cita Segway LLC. Perusahaan Amerika Serikat itu membuat prototipe kendaraan roda empat yang diberi nama sesuai dengan tokoh mitos Yunani kuno, Centaur, makhluk setengah manusia dan setengah kuda.
Dikembangkan dari Segway HT, kendaraan roda dua yang sebelumnya laku keras di Negara Abang Sam sana dan terpilih sebagai produk inovatif versi majalah Time tahun lalu itu mengkombinasikan teknologi dynamic stabilization dengan advanced propulsion serta suspension systems. Dengan teknologi ini Segway tetap stabil saat melaju dengan dua atau empat roda.
Sistem suspensi yang unik dengan menggunakan tiga shock membuat Centaur mampu berbelok tajam. Untuk tenaga, kendaraan ini menggunakan motor elektrik dengan dua baterai 48 cell Nickel Hydre (NiMH) yang bisa diisi ulang. Dengan bobot sekitar 150 pon, Segway bisa melaju hingga kecepatan maksimum 20 kilometer per jam. Harganya? Antara US$ 3.995 dan US$ 4.495 atau sekitar Rp 37,1 juta-41,8 juta.
|