Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 47/XXXIII/17 - 23 Januari 2005
   
Ekonomi dan Bisnis

Paris Club

Paris Club merupakan forum negara dan lembaga keuangan multilateral yang menjadi donor berunding dengan negara penerima utang. Mulai dari perpanjangan masa pembayaran (rescheduling) hingga pengurangan utang (debt relief). Sampai saat ini, Paris Club memiliki banyak skema penyelesaian utang.

Skema Toronto
(Toronto Terms)
Pada Oktober 1988 kreditor Paris Club untuk pertama kalinya menyetujui pemotongan utang negara miskin, dengan tingkat pengurangan 33,33 persen. Sepanjang 1988-1991, 20 negara menikmati skema ini.

Skema London
(London Terms)
Tiga tahun setelah menguji coba Skema Toronto, Paris Club setuju menerapkan kebijakan baru terhadap negara-negara termiskin, dengan menaikkan tingkat utang yang bisa dihapus dari 33,33 persen menjadi 50 persen. Sepanjang 1991-1994, 23 negara menikmati skema ini.

Skema Napoli
(Naples Terms)
Mulai diterapkan pada Desember 1994, ditujukan kepada negara-negara termiskin dan paling terbelit utang. Pemotongan utang sedikitnya mencapai 50 persen dan bisa meningkat hingga 67 persen dari utang non-ODA (official development assistance, pinjaman untuk pembangunan berjangka panjang dan berbunga rendah). Pada September 1999, negara kreditor menyetujui Skema Napoli bisa mengurangi utang sampai 67 persen.

Untuk negara yang memiliki catatan memuaskan dengan Paris Club dan Dana Moneter Internasional (IMF), penanganan utang yang masih tersisa juga bisa dilakukan secara kasus per kasus. Begitu pula terhadap negara yang dipercaya mampu menghormati perjanjian utang. Kriteria lain adalah memiliki tingkat utang tinggi, hanya bisa menikmati pinjaman IDA (international development association) dari Bank Dunia, dan memiliki pendapatan per kapita rendah (kurang dari US$ 755). Hingga hari ini 34 negara tercatat menikmati skema Napoli.

Skema Houston
(Houston Terms)
Tak cuma mengurangi utang negara-negara supermiskin, pada September 1990 Paris Club juga menyepakati kebijakan baru menangani utang negara berpendapatan menengah-bawah. Kebijakan ini diterapkan kasus per kasus dan terdiri atas tiga pendekatan. Untuk utang non-ODA, waktu pembayaran diperpanjang hingga lebih dari 15 tahun. Untuk utang ODA, waktu pembayaran diperpanjang hingga 20 tahun dengan masa penangguhan pembayaran maksimal 10 tahun. Kredit ODA juga bisa dijadwalkan kembali dengan tingkat bunga yang lebih rendah ketimbang suku bunga di pasar. Pendekatan lain adalah melakukan pertukaran utang (debt swap) secara bilateral dan sukarela. Sudah 19 negara menikmati skema ini.

Skema Lyon
(Lyon Terms)
Pada November 1996, negara anggota Paris Club setuju meningkatkan pemotongan utang hingga 80 persen bagi negara termiskin berbeban utang tinggi?biasa digolongkan sebagai heavily indebted poor countries (HIPC). Lima negara sempat menikmati Skema Lyon?yang sekarang telah dihapus dari Paris Club.

Skema Koln
(Cologne Terms)
Usai konferensi tingkat tinggi di Koln, Jerman, November 1999, negara anggota Paris Club setuju memotong utang negara HIPC sampai lebih dari 90 persen, yang dinikmati oleh 25 negara. Negara yang berhak menikmati menu lezat ini adalah mereka yang memiliki rekam jejak bagus dengan Paris Club dan terus melakukan penyesuaian ekonomi. Selain itu mereka dinilai layak oleh Dewan Direksi IMF dan Bank Dunia.

Skema Klasik
(Classic Terms)
Skema ini tergolong standar dan biasa diajukan negara yang datang ke Paris Club. Sampai hari ini telah 57 negara menikmati Skema Klasik, termasuk Indonesia. Tiap negara yang menjalankan program dengan IMF bisa menikmati skema ini. Dalam skema ini kredit ODA maupun non-ODA dijadwalkan kembali dengan tingkat bunga setara dengan suku bunga di pasar.

ND


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data