Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 47/XXXIII/17 - 23 Januari 2005
   
Arsip

Tempo, 6 September 1999

Ribut-ribut tentang hadirnya tentara asing di Indonesia seperti di Aceh kali ini, bukan yang pertama kali. Lima tahun lalu, kekacauan besar terjadi di Timor Timur, menyusul hasil referendum yang menginginkan kemerdekaan.

Meski sejumlah tentara asing di bawah UNAMET (United Nations Mission in East Timor) ada di sana, kekacauan tak terelakkan. Dili berkobar, ribuan orang mengungsi lari ke wilayah lain. Kekacauan makin parah sehingga pasukan asing di bawah kendali UNAMET harus ditambah. Didominasi oleh tentara-tentara Australia yang membawa pasukan dan perlengkapan tempur lengkap, itu masuk Timor Timur yang masih resmi sebagai wilayah Indonesia seperti masuk sebuah medan perang.

Aceh tentu berbeda dengan Timor Timur. Namun masuknya pasukan asing dalam jumlah besar untuk operasi kemanusiaan di sana juga membawa kontroversi serupa. Muncul pro dan kontra. Di satu sisi, kehadiran pasukan asing itu sangat dibutuhkan untuk ikut menangani kekacauan pascabencana.

Di sisi lain, kehadiran pasukan itu mengusik rasa nasionalisme sejumlah pihak. Muncul kecurigaan, mereka menjalankan misi lebih dari sekadar operasi kemanusiaan. Itulah sebabnya Presiden Yudhoyono mengambil keputusan, pasukan asing hanya boleh berada di bumi Aceh maksimal tiga bulan.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
28/XXXVII/01 - 7 September 2008

 

Berita lainnya

Pemerintah AS Ambil Alih Manajemen Fannie Mae dan Freddie Mac - 07 Sep 2008 | 08:52 WIB
Capello Belum Puas dengan Cole - 07 Sep 2008 | 08:42 WIB
Daya Beli Petani Nusa Tenggara Barat Anjlok - 07 Sep 2008 | 08:30 WIB
Paraguay Kokoh di Puncak, Argentina Puas - 07 Sep 2008 | 08:07 WIB
Gempa 5,3 SR Landa Laut Maluku   - 07 Sep 2008 | 08:05 WIB
Dua Aksi Massa Berpotensi Macetkan Jalan - 07 Sep 2008 | 07:50 WIB
Spanyol Banyak Buang Peluang - 07 Sep 2008 | 07:37 WIB
Arus Lalu Lintas Ibukota Pagi Ini Lancar - 07 Sep 2008 | 07:30 WIB
Jakarta dan Sekitarnya Berawan   - 07 Sep 2008 | 07:19 WIB
Yenny Wahid Bantah Klaim Yusril Didukung Gus Dur - 06 Sep 2008 | 22:09 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data