Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 47/XXXIII/17 - 23 Januari 2005
   
Album

Album

Meninggal:
Hans Jacobus Wospakrik, 53 tahun

INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) kehilangan salah satu fisikawan dan dosen terbaiknya. Dr Hans Jacobus Wospakrik, Selasa pekan lalu meninggal di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, karena penyakit leukemia. Hans sempat dirawat tiga hari di rumah sakit tersebut sebelum menghembuskan napas terakhirnya. Ia meninggalkan seorang istri, Regina, dan dua anak, Willem dan Marianette, masing-masing kini kuliah di Jurusan Matematika ITB dan Jurusan Fisika ITB.

Hans adalah sedikit dari fisikawan Indonesia yang mengambil spesialisasi dan menguasai fisika teori. Di kalangan dosen dan mahasiswanya, Hans dikenal sebagai pribadi yang sederhana. Para mahasiswa ITB kerap melihat Hans di malam hari pulang berjalan kaki ke rumahnya yang terletak sekitar enam kilometer dari almamaternya, kampus Ganesha ITB.

Sebagai peneliti, sejumlah karya ilmiah Hans pernah diterbitkan di jurnal-jurnal ilmiah kelas dunia, seperti Physical Review D, Journal of Mathematical Physics, Modern Physics Letter A, dan International Journal of Modern Physics. "Pemikirannya menjadi bahan diskusi para fisikawan dunia," kata Wakil Dekan Fakultas MIPA ITB, Dr Satria Bidjaksana.

Menurut Satria, di Indonesia ahli fisika teori seperti Hans jumlahnya tak lebih dari 20 orang. "Dia terus mendorong mahasiswanya untuk mencintai ilmu fisika yang kadang-kadang tak terpikirkan oleh logika," katanya. Satria, Rabu pekan lalu terbang ke Jayapura, Papua, mendampingi jenazah Hans, kolega sekaligus sahabatnya. Di kota kelahirannya itu, Hans dikebumikan.



"Babi sekalipun boleh dikonsumsi sampai kondisi rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh pulih."
?Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia KH Ma'ruf Amin menyatakan, Selasa pekan lalu, bantuan makanan dari luar negeri yang belum jelas kehalalannya boleh dikonsumsi untuk sementara waktu. Ini, kata Ma'ruf, karena Aceh dalam keadaan darurat.

"Kalau ada yang menculik atau mencederai (mereka) kan tidak baik bagi Indonesia."
?Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Selasa pekan lalu, membantah bahwa pemerintah membatasi gerak bantuan asing di Aceh. Menurut dia, pemerintah justru melakukan koordinasi pasukan dan relawan asing demi keamanan mereka.

"Saya minta sistem ini jangan hanya menjadi stempel yang mengatakan kendaraan laik jalan, padahal tidak melewati pemeriksaan yang tepat."
?Menteri Perhubungan Hatta Radjasa, menyatakan, Senin pekan lalu, memerintahkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat untuk secepat mungkin mengubah sistem pengujian kendaraan. Perubahan ini merupakan upaya mengurangi tingkat kecelakaan di jalan raya.



TEMPO DOELOE

17 Januari 1966
Sebuah bom hidrogen hilang setelah pengebom B-52 Amerika menabrak pesawat tanker pengisi bahan bakar di Laut Mediterania, Spanyol. Pencarian besar-besaran dimulai, bom maut itu akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak meledak di tengah laut.

18 Januari 1778
Pengelana Inggris James Cook menjadi orang Eropa pertama yang menginjakkan kaki di Kepulauan Hawai, Pasifik.

19 Januari 1966
Indira Gandhi terpilih sebagai Ketua Partai Kongres sekaligus menjadi Perdana Menteri India, menggantikan Lal Bahadur Shastri. Indira kemudian tewas dalam sebuah aksi penembakan pada 1984.

20 Januari 1961
John Fitzgerald Kennedy dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke-35. Namun dua tahun kemudian dia ditembak mati saat melakukan kunjungan ke Dallas. Sampai sekarang, misteri siapa pembunuh JFK belum terungkap.

21 Januari 1976
Concorde, jet supersonik komersial yang mampu terbang dengan kecepatan suara, mengudara untuk pertama kalinya dari Bandara Heathrow, London. Dengan kecepatan maksimal 2.172 kilometer per jam, pesawat ini mampu menghemat waktu penerbangan antarbenua sampai separuh dibanding jet biasa.

22 Januari 1901
Setelah memegang mahkota kerajaan selama 63 tahun, Ratu Inggris Victoria mangkat, meninggalkan warisan monarkhi simbol pemersatu dan kebanggaan Inggris sampai sekarang.

23 Januari 1973
Presiden Amerika Serikat Richard Nixon mengumumkan berakhirnya Perang Vietnam yang telah memakan korban ribuan tentaranya. Pengumuman ini secara tidak langsung menjadi pengakuan Amerika bahwa mereka kalah perang di kancah Asia Tenggara itu.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data