|
Tua tanpa Sakit Jantung
Usia yang sudah menua bukan alasan untuk berhenti berolahraga. Latihan fisik justru mengurangi risiko munculnya penyakit jantung dan diabetes. Inilah temuan tim peneliti dari The Johns Hopkins University yang dipublikasikan baru-baru ini. Mereka menyimpulkan: latihan fisik bisa mengurangi risiko penyakit metabolisme pada mereka yang berusia sepuh.
Para peneliti mengumpulkan 100 orang berusia 55-75 tahun dan memonitor kesehatan mereka. Sebelumnya, tiap peserta diberi informasi tentang pola hidup sehat di usia senja. Setengah dari responden melakukan latih-an fisik selama satu jam tiga kali seminggu, termasuk di dalamnya latihan aerobik dan angkat beban.
Setelah berjalan beberapa bulan, ternyata responden yang melakukan latihan fisik memiliki kesehatan yang lebih baik. Gangguan metabolisme yang semula mereka derita pun kini lenyap. Kadar lemak di perut menurun dan kelenturan otot mereka juga meningkat hingga 41 persen. Kemajuan semacam ini tidak tampak pada kelompok yang tidak melakukan latihan fisik.
Penelitian itu juga menyimpulkan bahwa masalah metabolisme amat bergantung pada kadar lemak di perut serta kelenturan otot. Jadi, kalau ingin sehat dan bugar, terhindar dari penyakit jantung, berolahragalah sampai tua.
Perempuan Lebih Sensitif
JANGANLAH mengucapkan kata "gendut" di depan teman perempuan Anda, meskipun ia memang memiliki tubuh seperti itu. Sebuah penelitian membuktikan, perempuan lebih sensitif kala mendengar kata-kata buruk tentang tubuh, seperti gendut, besar, atau kelebihan berat badan.
Penelitian itu dilakukan oleh para ahli dari Hiroshima University di Jepang belum lama ini. Mereka meneliti 13 pria dan 13 perempuan dengan meminta mereka memberi respons terhadap dua kelompok kata. Kelompok pertama berisi kata-kata yang berhubungan dengan citra buruk tubuh, sementara kelompok kedua berupa kata-kata yang bersifat lebih netral. Pada saat bersamaan, para peneliti memindai otak mereka dengan menggunakan magnetic resonance imaging (MRI) untuk mengetahui bagian otak mana yang bekerja.
Hasilnya? Saat kata-kata yang menggambarkan citra buruk tubuh diucapkan, responden perempuan selalu mengaktifkan amygdala, bagian otak yang bekerja ketika seseorang merasa terancam. Sebaliknya, responden pria justru mengaktifkan bagian otak yang disebut medial prefrontal cortex. Bagian ini biasa bekerja mengolah informasi secara rasional.
Kepekaan perempuan terhadap kata-kata buruk yang menyangkut bentuk tubuh itu juga merugikan mereka. Para perempuan sering tidak teratur makan karena takut gemuk. Mereka pun memiliki risiko mengalami kelainan pola makan, seperti anoreksia dan bulimia, sepuluh kali lebih besar dibandingkan dengan lelaki.
Rahasia Anak Pemalu
Kenapa ada anak yang cenderung pemalu? Jika Anda ingin tahu penyebabnya, simaklah hasil penelitian yang dilakukan Marco Battaglia dari San Raffaele Scientific Institute di Milan, Italia, baru-baru ini. Dia menyimpulkan, anak-anak yang pemalu cenderung mempunyai kesulitan mengenali emosi di wajah orang. Hal ini pula yang diduga menyebabkan mereka agak kesulitan berkomunikasi dengan orang lain.
Marco Battaglia meneliti 49 anak Italia yang pemalu. Anak-anak berusia 8-9 tahun ini diminta membaca foto orang dalam beragam ekspresi, mulai dari gembira, netral, sampai marah. Ternyata mereka sering salah membacanya. Anak-anak itu tidak bisa membedakan antara ekspresi gembira dan marah.
Jika kesulitan seperti itu dibiarkan, kelak mereka akan sukar pula bergaul dengan lingkungan sosialnya. Mereka akan sering cemas saat berhubungan dengan orang lain dan bahkan bisa mengidap fobia sosial.
BBC News/Reuters
|