Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 46/XXXIII/10 - 16 Januari 2005
   
Indikator

Akhirnya, Alat Deteksi Dini

Menurut Anda, mampukah pemerintah menyiapkan sistem deteksi dini untuk mengantisipasi bahaya bencana besar seperti tsunami?
(29 Desember 2004-5 Januari 2005)
Ya
16.03%130
Tidak
80.64%654
Tidak tahu
3.33%27
Total100%811

Bencana gempa disusul gelombang tsunami yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan pantai-pantai Asia, Ahad (26/12) lalu, luput dari perkiraan pemerintah dan lembaga-lembaga pengamat cuaca di berbagai negara. Gempa yang memang lebih sulit diramalkan dibandingkan bencana badai atau banjir, serta tiadanya sistem deteksi dini.

Untuk mengantisipasi berulangnya korban besar dalam bencana tsunami, Tim Mitigasi Bencana Bumi Fakultas Ilmu Kelautan dan Teknologi Mineral ITB merekomendasikan agar pemerintah melakukan pendidikan bagi masyarakat umum tentang bahaya gempa dan tsunami di seluruh wilayah Indonesia .

Indonesia juga harus membangun tsunami early warning system. Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara Adi Rahman Adiwoso menyatakan, dibutuhkan dana US$ 13 juta untuk memasang alat pemantau pergerakan patahan bumi, Global Positioning System (GPS), sehingga gempa bumi berdampak gelombang tsunami bisa diantisipasi.

Sementara itu, Presiden Yudhoyono segera merespons usulan sistem peringatan dini tersebut. Ia menyatakan pemerintah akan meningkatkan upaya pencegahan dini terhadap bencana alam dan akan membawa masalah tersebut dalam konferensi tingkat tinggi pascagempa bumi dan tsunami di Jakarta, Kamis pekan lalu.

Mayoritas responden menyangsikan kemampuan pemerintah membangun sistem peringatan dini mengingat biayanya yang begitu besar. Karena itu, sebagian responden menganggap pentingnya kerja sama internasional dalam penyiapan sistem tersebut. ”Untuk bencana yang mempunyai skala besar seperti tsunami, pemerintah Indonesia harus bekerja sama dengan negara-negara yang mempunyai garis pantai di Samudra Indonesia maupun Samudra Pasifik,” kata Sugih Prawoto, responden di Montreal, Kanada.

Negara-negara di kawasan ini telah menyepakati dalam KTT tsunami di Jakarta, rencana pembangunan regional tsunami early warning system.

Indikator Pekan Ini: Malam tahun baru 2005 diwarnai peristiwa pembunuhan seorang pelayan Club and Lounge Fluid di Hotel Hilton, Jakarta Pusat. Pelayan yang menjadi korban adalah Yohannes Berkmans Natong, 28 tahun. Ia ditembak tepat di pelipis kanan, tembus ke leher kiri.

Polisi pada awalnya terkesan menutup-nutupi kasus penembakan yang diduga melibatkan salah seorang pemilik Hotel Hilton, yaitu Adiguna Sutowo. Adiguna kemudian resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Yohannes meski ia menolak menandatangani berita acara penetapannya sebagai tersangka.

Kepala Kepolisian Jakarta Raya Inspektur Jenderal Firman Gani memastikan kasus penembakan Yohanes oleh Adiguna Sutowo di Club Fluid akan sampai ke tangan jaksa penuntut umum (JPU).

Yakinkah Anda bahwa polisi akan menyidik kasus pembunuhan dengan tersangka Adiguna Sutowo hingga tuntas? Kami tunggu jawaban dan komentar Anda di www.tempointeraktif.com


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data