Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 46/XXXIII/10 - 16 Januari 2005
   
Hukum

Cuma Senang Masakan Istri

TEROR dan ancaman bisa menimpa jaksa mana pun, termasuk Jaksa Agung. Marzuki Darusman pernah mengalaminya. "Seminggu sekali pasti ada ancaman," katanya. Pada masa Marzuki menjabat Jaksa Agung, sebutir bom meledak di Gedung Bundar. Karena itu ia memilih lebih banyak berkantor di luar, misalnya di kamar hotel. Juga untuk memudahkan masyarakat menyampaikan laporan, tanpa terhadang birokrasi kejaksaan.

Laporan itu tak sekadar masalah korupsi, tapi juga hal-hal yang berkaitan dengan "isi perut" kejaksaan sendiri. "Ini yang membuat saya lebih sering berada di luar kantor," ujarnya. Marzuki juga berwaspada terhadap makanan yang masuk ruang kerjanya. "Kejaksaan sendiri yang meminta saya berhati-hati," katanya. Karena itu, ia selalu memesan makanan dari restoran yang selalu berbeda.

Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh juga tak pernah menyantap makanan yang disediakan atau dibeli dari lingkungan Kejaksaan Agung. Menurut seorang staf kejaksaan, Abdul Rahman memang ekstrahati-hati untuk hal satu ini. Sebab, siapa tahu, makanan itu dibubuhi "sesuatu". "Setiap hari sopirnya mengantarkan makanan yang diambil dari rumah," ujar staf itu. Tapi Abdul Rahman sendiri hanya tersenyum ketika ditanya Tempo. Membawa makanan dari rumah itu, katanya, sudah kebiasaannya sejak menjadi hakim agung. "Senang masakan istri saja," katanya.

SNL


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data