Cuma Senang Masakan Istri |
TEROR dan ancaman bisa menimpa jaksa mana pun, termasuk Jaksa Agung. Marzuki Darusman pernah mengalaminya. "Seminggu sekali pasti ada ancaman," katanya. Pada masa Marzuki menjabat Jaksa Agung, sebutir bom meledak di Gedung Bundar. Karena itu ia memilih lebih banyak berkantor di luar, misalnya di kamar hotel. Juga untuk memudahkan masyarakat menyampaikan laporan, tanpa terhadang birokrasi kejaksaan.
Laporan itu tak sekadar masalah korupsi, tapi juga hal-hal yang berkaitan dengan "isi perut" kejaksaan sendiri. "Ini yang membuat saya lebih sering berada di luar kantor," ujarnya. Marzuki juga berwaspada terhadap makanan yang masuk ruang kerjanya. "Kejaksaan sendiri yang meminta saya berhati-hati," katanya. Karena itu, ia selalu memesan makanan dari restoran yang selalu berbeda.
Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh juga tak pernah menyantap makanan yang disediakan atau dibeli dari lingkungan Kejaksaan Agung. Menurut seorang staf kejaksaan, Abdul Rahman memang ekstrahati-hati untuk hal satu ini. Sebab, siapa tahu, makanan itu dibubuhi "sesuatu". "Setiap hari sopirnya mengantarkan makanan yang diambil dari rumah," ujar staf itu. Tapi Abdul Rahman sendiri hanya tersenyum ketika ditanya Tempo. Membawa makanan dari rumah itu, katanya, sudah kebiasaannya sejak menjadi hakim agung. "Senang masakan istri saja," katanya.
SNL
|