Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 45/XXXIII/03 - 9 Januari 2005
   
Daftar berita Selingan
Aceh tanpa Gelimang Gas
Nanggroe Aceh Darussalam binasa dalam sekejap setelah gempa bumi dan gelombang tsunami menggilasnya pada pekan lalu. Ribuan nyawa melayang, kehidupan melorot ke titik nadir. Padahal, selama tiga dasawarsa provinsi ini pernah berjaya berkat kemakmuran yang dialirkan oleh gas alam Aceh yang masyhur. Sekitar 17,1 triliun kaki kubik gas alam yang dulu tersimpan di perut bumi Aceh telah menegakkan berbagai industri di wilayah tersebut. Tanah Aceh bagai besi berani bagi ribuan pencari kerja. Namun, cadangan gas alam itu kian pupus, membuat napas pabrik-pabrik tersendat. Kota-kota gas yang pernah riuh dan bercahaya kini redup, mati, dan miskin. Selama dua pekan, wartawan Tempo Ali Anwar merekam kehidupan di pesisir utara Aceh yang tak lagi bergelimang gas--dan kini tengah diterpa kehancuran. Berikut ini laporannya:  
Ke Atas Tampak Lutut, ke Bawah Tampak Pusar
Napas industri gas, kertas, dan pupuk kian tersengal. Ribuan karyawan kehilangan pekerjaan, ribuan lainnya di ambang pengangguran. 
Mereka Kembali ke Habitatnya
Kompleks perumahan bertaraf internasional itu mulai dikunjungi satwa liar. Mencari kobra Australia dan New Zealand. 
Tak Berakhir Bersama Gas
Ketika industri raksasa mulai redup, masih ada solusi untuk bertahan hidup. Putra-putri Aceh itu kini membatik. 

 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data