|
Perasaan mengharu biru kini berkecamuk dalam dada Kartika Ekawati, 19 tahun, seorang karateka putri nasional. Demi menghindari drop out dari kampusnya, UGM Yogyakarta, karena cuti yang berlebihan, atlet terbaik dalam kejuaraan nasional itu siap mengorbankan program pemusatan latihan Indonesia Bangkit, di Jakarta, yang telah berjalan beberapa bulan. "Mungkin mereka hanya kehilangan Ika, tapi Ika kehilangan mereka semua, pelatih-pelatih," kata putri sulung dari tiga bersaudara itu melalui telepon selulernya dari rumahnya di Brebes, Jawa Tengah.
Ika masih berharap dapat menjalani program karate dan kuliahnya bersama-sama. Kalaupun tidak mungkin, Ika telah bulat dengan prioritasnya: tunaikan studi. Anjloknya nilai IPK semester dua menjadi 2,5 dari sebelumnya 3,4 sudah cukup membuatnya stres. "Saya menyimpan cita-cita untuk menjadi seorang public relations yang andal," kata mahasiswi jurusan komunikasi ini.
|