Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 45/XXXIII/03 - 9 Januari 2005
   
Luar Negeri

Humvee Rongsokan Penyambung Nyawa

Sejumlah prajurit AS di Irak menjadi sasaran yang empuk gara-gara sejumlah kendaraan perang yang tak layak tempur.

Kisah ini datang dari sepasukan tentara Amerika Serikat dari Unit Cadangan ke-428. Pasukan ini—mereka sudah setahun bertugas di Irak—sejak awal sudah tahu bahwa mereka akan dikirim bertempur di Irak dengan perlengkapan senjata yang sudah tak layak pakai. Gugus tugas transportasi yang berbasis di Kota Jefferson, Missouri, itu mengetahui ihwal tersebut dari e-mail teman-teman mereka yang lebih dahulu bertugas di Irak dan Kuwait.

Dari surat-menyurat via e-mail itu mereka diberi tahu perlunya "menambal" dulu jip Humvee dan truk berat yang akan dipakai di Irak. Dengan begitu, kendaraan-kendaraan ini tak mudah jebol oleh peluru kaum pemberontak. Juga, oleh bom bunuh diri yang kian kerap meledak di seantero negeri Irak. Selasa pekan lalu, misalnya, 28 orang tewas oleh ledakan bom bunuh diri di sebuah rumah di Bagdad.

Alhasil, mereka pun bergegas membereskan sendiri kendaraannya sebelum berangkat ke Irak. Caranya? Mereka mencari dana ke sejumlah pengusaha lokal di Missouri. Terkumpul US$ 8.000 (Rp 56 juta). Uang ini mereka belikan sejumlah lempengan baja un-tuk melapisi semua pintu dan lantai Humvee yang akan dibawa. Modifikasi di luar buku panduan resmi ini memang mengubah penampilan kendaraan beroda multiguna bermobilitas tinggi (HMMWV aliah Humvee) seperti yang dipakai Mel Gibson dalam filmnya Road Warrior.

Tambal sulam yang mereka lakukan itu terbukti bermanfaat setelah mereka bawa ke Irak. Kendaraan tersebut dapat menahan serangan para penembak jitu dan ledakan bom yang ditanam di jalan-jalan. "Humvee yang dipertebal itu telah menyelamatkan nyawa saya," ujar Kapten Mark Chung, yang baru kembali dari Irak setelah bertugas sembilan bulan. Chung selamat dari dua serangan bom ketika berada di dalam Humvee-nya. Bom kedua bahkan meledak tepat di bawah joknya. Adapun Sersan Scott Montgomery, dari unit berbeda, yang terluka pecahan meriam, menambahkan, "Andai kami tak menambah lapisan baja (di kendaraan itu), semua anggota saya mungkin akan tewas."

Humvee milik Unit Cadangan ke-428 itu pun menjadi model bagi unit-unit pasukan AS lainnya di Irak. Ketika aksi gerilyawan kian marak, mereka mulai mengganti pintu Humvee dengan lempengan baja, melapisi jok dengan serat kevlar (yang lima kali lebih kuat dari baja), dan membentengi lantainya dengan kantong-kantong pasir.

Pentagon bukan tidak menyadari buruknya fasilitas tempur bagi prajuritnya di medan Perang Irak. Menurut data Pentagon sendiri, dari 19.389 Humvee yang dikerahkan, hanya 5.910 yang dilapisi baja tebal dari lantai hingga ke atap (model M-1114). Sisanya "telanjang bulat": pintu dari terpal dan bodinya dari baja tipis, yang didesain demi mobilitas kelompok kecil pasukan.

Tak ayal, Humvee-Humvee itu pun menjadi sasaran empuk serangan mortir dan bom ketika bergerak lambat mengawal konvoi VIP atau iring-iringan truk berat. Di sebuah lapangan berlumpur di pangkalan militer AS di Kalsu, selatan Bagdad, sembilan Humvee terlihat centang-perenang. Rangkanya hangus, rodanya melesak keluar atau hancur sama sekali, dindingnya dilubangi peluru meriam antitank. Bisa dibayangkan bagaimana nasib pengendara dan penumpang di dalamnya. Sersan Patrick Parchment dari Unit Ekspedisi Marinir ke-24 mengungkapkan, 16 anggota marinir dari kesatuannya tewas dan 259 lainnya luka-luka sejak pertama mendarat di Irak, Juli lalu. Kebanyakan hancur karena IED (improvised explosive device).

Realitas itulah yang disampaikan prajurit karier dari Garda Nasional, Thomas Wilson, kepada Rumsfeld, di hanggar di Kamp Guehring, Kuwait, 8 Desember lalu. "Mengapa kami para prajurit harus mengais tempat sampah untuk sisa-sisa lempengan baja dan kaca balistik yang masih dapat dipakai untuk menambah perlindungan pada kendaraan kami?" tanya Wilson. Kecemasan Wilson bukan tanpa alasan: angka kematian prajurit AS di Irak kini mendekati 1.300 jiwa.

Wuragil (Time, springfield.news-leader, Newsweek, Latimes)


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data