Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 44/XXXIII/27 Desember - 02 Januari 2005
   
Pokok dan Tokoh

Ngutang buat Pulang Kampung

Gara-gara dompet hilang diembat orang sehabis berlatih di Tennis Indoor Senayan menjelang turnamen Indonesia Terbuka, pebulutangkis Prancis asal Cina, Pi Hongyan, nyaris tidak bisa pulang kampung. ”Beruntung pelatih mau meminjamkan uang, sejak awal saya memang berencana mau langsung ke Cina (via Hongkong) untuk berlibur akhir tahun,” katanya ketika ditemui di lobi Hotel Hilton. Selain dompet berisi beberapa ratus euro, kartu kredit, kartu kesehatan, dan kartu identitas, gadis berusia 25 tahun itu juga kehilangan ponsel. ”Ini jauh lebih berarti karena saya kehilangan semua kontak pelatih, teman, keluarga saya.”

Pengalaman pertamanya bertanding di Jakarta memang tidak terlalu menyenangkan. Selain urusan copet, Hongyan tersingkir di babak kedua, padahal ia unggulan pertama. ”Tapi saya tidak kapok. Masyarakat Indonesia sangat ramah,” katanya. Memang, pencopetnya jua ”ramah”.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data