Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 44/XXXIII/27 Desember - 02 Januari 2005
   
Daftar berita Laporan Khusus
KILAS BALIK peristiwa 2004
 
Makin Menjauhnya Layanan Kesehatan
 
Kreativitas dan Ideologi
 
Realisme Ekonomi
 
Tahun Utopis Pemberantasan Korupsi
 
Perekonomian 2004: Merangkak di Tengah Gemuruh Politik
 
Kasim, Abumasruh, Harry Roesli
 
2004: Tahun SBY dan Kalla
 
Kematian-Kematian yang Bercerita
 
Kepada Mereka yang Menjaga Momen
Hanya dalam hitungan hari, 2004 akan pungkas, lalu teronggok di tumpukan kalender masa silam. Yang tertinggal: sejumlah peristiwa, sejumlah momen bersejarah. Tempo mencatat momen itu, terutama yang kami anggap menyumbangkan perbaikan signifikan dalam kehidupan berdemokrasi atau merupakan terobosan dalam rupa-rupa bidang. Di balik tabir setiap momen itu, terpatrilah wajah sosok atau sekumpulan sosok; bisa tokoh sohor atau orang "biasa". Namun, mereka dibuhul oleh utas benang merah yang sama: melahirkan dan merawat momen terbaik bagi tanah air kita itu. Merekalah yang kami sebut Tokoh 2004 Pilihan Tempo. Kepada Anda sekalian, kami menguakkan wajah mereka di atas helai-helai majalah ini, dalam edisi khusus yang kami persembahkan untuk menutup 2004, tahun yang segera menjadi masa lampau. 
Rekonsiliasi Ala Deliar
 
Arman Berani Karena Nurani
 
Tutup Buku Penjerat Bom Bali
 
Jalan Pedang Tiga Bupati
Di tengah korupsi yang merajalela, selalu ada orang jujur yang memberi harapan. Berikut ini hanya beberapa di antaranya: tiga bupati yang memakai jalan pedang untuk membersihkan birokrasi. 
Pengawal Anggaran yang Sederhana
 
Presiden pun Dipilih Langsung
 
Mengawal Pemilu
 
Lelaki dalam Asap Mesiu
 
Menggugat Bias Tafsir
 
Erin Brockovich dari Buyat
 
Langkah Awal Menuju Nobel
 
Terbius Dunia Astronomi
 
Berjaya Saat Belia
 
Derum Bajaj Bajuri
 
Tiga Penguak Tabir
Seni rupawan Handiwirman Saputra, penulis A.S. Laksana, dan arsitek Adi Purnomo menyajikan karya-karya seni terbaik 2004 versi majalah ini. 
Muslihat Sang Pencerita
 
Jalan Lain ke Estetika
 
Membayar Utang pada Alam
 

 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data