Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 44/XXXIII/27 Desember - 02 Januari 2005
   
Inovasi

Inovasi

Robot Jongos

Raksasa otomotif Jepang, Honda Motor Co., sudah lama memiliki robot maskot yang pernah tampil di bursa saham New York, bertemu Raja Spanyol Juan Carlos, dan berkeliling dunia bersama Perdana Menteri Jepang. Dan pekan lalu, Honda meluncurkan Asimo, jenis robot baru yang dipersiapkan untuk pekerjaan sebenarnya: di kantoran.

Dengan badan setinggi 130 sentimeter, robot ini mampu merespons semua stimuli, termasuk berjabat tangan. "Kami ingin robot ini bisa melakukan pekerjaan kantoran," kata Takanobu Ito, Managing Director Honda. "Untuk pertama kalinya robot ini bisa berjalan sama cepat dengan manusia."

Asimo memang memiliki berbagai kemampuan mirip manusia. Dengan berat 54 kilogram, ia mampu berlari menempuh 3 kilometer dalam waktu satu jam. Ini empat kali lebih cepat dibandingkan dengan robot Qrio milik Sony Corp. Asimo juga bisa mengenali wajah dan berjalan naik-turun tangga sehingga bisa bergerak lincah di sekitar kantor untuk mengantar surat atau membersihkan meja. "Kami siap menempatkan Asimo di perkantoran kami tahun 2010," kata Ito di Wako, luar Kota Tokyo. Tapi ada satu kelemahan: baterainya harus diisi ulang sejam sekali. Kelak, Asimo akan disewakan dengan tarif 20 juta yen atau sekitar Rp 1,766 miliar tiap tahun.

Listrik dari Kotoran Kalkun

Kalkun ternyata tak hanya lezat dagingnya. Unggas ini punya nilai lebih setelah sebuah perusahaan di Minnesota, AS, membangun pusat pembangkit tenaga listrik dengan bahan bakar kotoran kalkun. Kenapa kalkun? Menurut penelitian, ampas dari kalkun ternyata lebih baik ketimbang kotoran babi atau sapi. "Kotoran unggas lebih kering sehingga terbakar lebih baik," kata Charles Grecco, juru bicara perusahaan yang menggelontorkan dana US$ 202 juta atau sekitar Rp 1,879 triliun untuk instalasi ini.

Meski tidak akan menjawab kebutuhan listrik di AS, setidaknya pembangkit listrik ini bisa memenuhi kebutuhan 55 ribu rumah. Nantinya, instalasi ini akan membakar 700 ribu ton kotoran kalkun tiap tahun untuk menghasilkan listrik 55 megawatt.

Kafein Anti-Botak

Jangan musuhi kafein, karena ternyata zat yang biasa ada pada kopi ini ternyata bisa mencegah kebotakan. Setidaknya, itu hasil penelitian Profesor Peter Elsner dari Jena University, Jerman. Ia menyimpulkan, kafein memberikan efek yang sangat baik pada mereka yang memikir akar rambut yang sensitif pada testosteron, salah satu penyebab rontoknya rambut.

Namun, Peter buru-buru mengingatkan, ini tidak berarti para peminum kopi bakal bebas dari kebotakan. "Botak hanya bisa diatasi kalau mereka membalurkan langsung produk kafein ke kepala," kata Peter. Kalau diminum? "Anda harus minum 60 hingga 80 gelas kopi sehari untuk bisa menyalurkan kafein pada akar rambut," kata dia lagi. Jadi, jika tak ingin lekas botak, mulailah merawat kulit kepala dengan kafein selagi muda.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data