Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 43/XXXIII/20 - 26 Desember 2004
   
Kesehatan

Tips Kesehatan

Marilah Jadi Sleeping Beauty!

Tidur yang cukup, Sodara-sodara, amatlah penting. Selain mencegah lesu-lunglai ketika terjaga, tidur yang memadai juga bisa menghindarkan tubuh dari kegemukan. Begitulah hasil penelitian mutakhir yang dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine, minggu lalu.

Adalah Profesor Eve Van Cauter dan kawan-kawannya dari Universitas Chicago, Amerika Serikat, yang menggelar riset. Mereka meneliti secara intensif pola tidur 20 orang lelaki yang berusia 20 tahunan. Hasilnya, responden yang cuma tidur empat jam dalam dua malam mengalami 18 persen penurunan produksi leptin atau hormon yang mengatur otak agar berhenti makan. Sebaliknya, hormon yang memicu rasa lapar (ghrelin) justru bertambah 28 persen. Me-nurut studi itu pula, orang-orang muda yang kurang tidur cenderung memilih makanan yang manis atau bertepung seperti permen dan kue ketimbang buah dan sayuran.

Penelitian lain, yang dilakukan oleh Dr. Emmanuel Mignot dan koleganya dari Universitas Stanford, California, AS, juga sampai pada kesimpulan serupa. Pengamatan Mignot pada 1.000 responden menunjukkan bahwa makin sedikit jam tidur seseorang, makin tinggi pula bobot badannya.

"Kurang tidur memicu peningkatan selera makan, sehingga memberi kontribusi terhadap obesitas," kata Dr. Emmanuel.

Kematian Saat Natal dan Tahun Baru

Natal dan tahun baru adalah hari-hari paling mematikan bagi warga Amerika Serikat. Tingkat kematian pada kedua hari raya ini melonjak 12,4 persen dibandingkan pada hari-hari normal. Data yang disarikan dari sebuah penelitian ini dipublikasikan dalam Jurnal Circulation edisi awal bulan ini.

Riset dilakukan oleh tim yang dipimpin David Phillips, sosiolog dari Universitas California, San Diego, AS. Mereka meneliti data kematian warga Amerika dalam 26 tahun terakhir dengan mengesampingkan kematian karena bunuh diri, pembunuhan, dan kecelakaan.

Hasilnya, ya itu tadi, jumlah kematian saat Natal dan tahun baru rata-rata melonjak tajam. Serangan jantung adalah penyumbang lonjakan tertinggi, yakni mencapai 4,7 persen. "Kenaikan kematian juga umumnya terjadi pada musim liburan, tapi tidak setinggi saat Natal dan tahun baru," kata David Phillips.

Lonjakan kematian ini diduga disebabkan kesibukan orang pada saat Natal dan tahun baru, yang membuat warga cenderung mengabaikan kondisi kesehatan. Orang-orang umumnya menunda mencari pertolongan meski gejala sakit sudah muncul. Ada lagi faktor lain: "Pada kedua hari tersebut kerap terjadi pergantian giliran jaga tim dokter dan staf medis. Akibatnya, terjadi perubahan kualitas pelayanan," kata David.

Waspadai Meja Kerja Anda

Jangan kelewat yakin bahwa meja kerja Anda aman dari kuman. Riset yang digelar Dr. Charles Gerba, ahli mikrobiologi dari Universitas Arizona, AS, membuktikan bahwa kuman di meja kerja beratus kali lebih banyak dibandingkan dengan di toilet. Hiii....

Gerba, yang disponsori produsen cairan pembersih The Clorox Co., menghitung jumlah kuman yang tersebar di toilet dan di meja kerja. Kuman di sini meliputi bakteri penyebab radang paru serta berbagai virus penyebab flu.

Hasilnya mengejutkan. Pada toilet, Gerba hanya menemukan 49 kuman setiap 1 inci persegi. Mohon dicatat dengan cermat, pada perangkat komputer justru ditemukan 21 ribu kuman untuk per inci persegi. Pesawat telepon adalah tempat yang paling disukai kuman, terbukti dengan ditemukannya 25 ribu kuman per inci persegi.

Berdasarkan temuan ini, Gerba menyimpulkan bahwa meja kerja, telepon, papan ketik komputer, dan tetikus (mouse) yang paling sering disentuh karyawan adalah media utama penularan kuman. Maklumlah, percikan batuk dan bersin dengan gampang membuat koloni kuman menempel pada peranti kantor. "Kuman-kuman bisa bertahan pada benda-benda itu sampai tiga hari," kata Gerba.

Karena itu, Gerba menganjurkan pentingnya mengelap dan membersihkan tempat kerja setiap hari guna mengikis tumpukan kuman secara signifikan. Sayangnya, tidak banyak kantor yang melakukan itu. Agar aman, kata Gerba, "Bilaslah tangan Anda dengan sabun dan air hangat selama 18-20 detik sesering mungkin."

(BBC, CNN, Reuters)


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data