Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 43/XXXIII/20 - 26 Desember 2004
   
Arsip

TEMPO, 11 Juni 1994

Maksud hati mendapatkan barang bagus berharga murah, apa daya yang didapat barang bekas nan mahal. Itulah komentar yang muncul ketika pemerintah membeli 39 kapal perang milik Jerman Timur pada 1994. Gara-gara laporan tentang pembelian itu, Tempo pun dibredel.

Inilah pembelian kapal yang melibatkan "anak kesayangan" Presiden Soeharto, yaitu B.J. Habibie, Menteri Negara Riset dan Teknologi.

Semula, Habibie meminta kucuran dana pembelian 39 kapal sebesar US$ 760 juta. Melihat angka sebesar itu, Menteri Keuangan Mar'ie Muhammad menolak. Harga pun melorot ke US$ 600 juta dan terjun lagi ke angka US$ 480 juta. Tapi, ini pun masih membuat Mar'ie mendelik. Kepada Habibie, Mar'ie hanya memberi plafon US$ 360 juta. Deal!

Belakangan ketahuan, mutu kapal-kapal bekas itu meragukan. Bahkan, saat dibawa berlayar dari Jerman ke Indonesia, salah satu kapal nyaris tenggelam dihantam ombak di Teluk Biscay, sebelah utara Spanyol, pada Juni 1994.

Itu kisah sepuluh tahun lalu. Sekarang, muncul lagi skandal pembelian alat tempur. Kali ini adalah proses pembelian 100 tank Scorpion buatan Inggris yang berlangsung pada 1994 dan 1995. Dalam skandal yang diungkap harian Inggris The Guardian itu, disebutkan bahwa Tutut, putri sulung Soeharto, menerima komisi 10 persen dari total harga pembelian kapal yang mencapai 160 juta poundsterling. Juga disebut, beberapa jenderal ikut terlibat.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data