Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 42/XXXIII/13 - 19 Desember 2004
   
Kesehatan

Risiko Memperindah Tubuh

SEDOT lemak merupakan salah satu cara untuk membuat tubuh kelihatan indah. Lewat operasi, lemak berlebihan dalam tubuh bisa dihilangkan sehingga tubuh terlihat proporsional.

Hanya, menurut Imam Susanto, Ketua Umum Perhimpunan Ahli Bedah Plastik Indonesia, tujuan sedot lemak bukanlah untuk mengurangi berat badan. "Ini untuk mengurangi timbunan lemak di bagian tertentu di badan, seperti perut, paha, dan pinggul, agar terlihat enak dipandang," katanya.

Lemak yang diambil adalah lapisan lemak yang berada di bagian paling dalam di bawah kulit, bukan di bagian paling luar. Sebab, lemak yang terdapat di bagian luar kulit itu penting agar kulit tetap kelihatan kencang. "Kalau lemak bagian luar disedot, kulit akan seperti kulit orang tua, peyot," ujar Imam.

Selain harus berbadan sehat, si pasien juga harus memiliki kulit yang masih bagus. "Jika kulitnya berlipat-lipat, operasi sedot lemak tidak akan membuat penampilannya lebih baik," kata Imam. Soalnya, meski lemak telah hilang disedot, kulit tidak akan ikut kencang. Ia akan tetap terlihat berlipat. Ini tentu tak sesuai dengan tujuan sedot lemak untuk mempercantik diri.

Sedot lemak diawali dengan menentukan lokasi lemak yang akan diambil, misalnya di perut, pinggang, paha, atau punggung. Lama pengerjaannya tergantung jumlah lemak yang akan disedot. "Kalau cuma di perut, paling memakan waktu sekitar satu jam. Tapi, kalau di beberapa tempat, bisa memakan waktu sampai tiga jam," tutur Imam.

Risikonya memang ada. Kalau tak hati-hati, selang yang dimasukkan ke tubuh yang terkena pembuluh darah besar bisa menyebabkan perdarahan dan infeksi. Selain itu juga bisa menyebabkan kulit terlihat seperti memar, kebiruan, yang dalam dunia kedokteran disebut echymosis. Hanya, semua ini bisa dicegah jika saja tata cara operasi sedot lemak yang benar dipatuhi.

Rian Suryalibrata


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data