Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 41/XXXIII/06 - 12 Desember 2004
   
Pokok dan Tokoh

Puasa di Garuda

Kematian pejuang hak asasi Munir rupanya meninggalkan bekas yang dalam bagi praktisi hukum Todung Mulya Lubis. "Saya takut makan makanan yang diberikan saat naik pesawat Garuda," kata Todung. Karena itu, dia menolak halus saat diberi makanan oleh pramugari Garuda dalam perjalanan Perth-Denpasar, Minggu pekan lalu. Mantan pengacara majalah Time ketika berseteru dengan mantan presiden Soeharto itu hanya meneguk minuman kaleng dalam perjalanan sekitar lima jam itu.

Todung memilih tidak menyentuh makan yang disuguhkan karena merasa terganggu. Maklum, selama ini dia dikenal sebagai aktivis hak asasi dan saat ini ikut pula mengusut kematian Munir. "Saya terganggu secara psikologis dan untuk rasa aman saja," katanya. Lantas, sampai kapan dia "berpuasa" jika terbang bersama Garuda? "Ya, nanti kalau rasa tidak amannya hilang," kata Todung, yang menyebut peristiwa kematian Munir merupakan iklan buruk bagi maskapai penerbangan berlambang kepala burung garuda itu.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data