|
Kematian pejuang hak asasi Munir rupanya meninggalkan bekas yang dalam bagi praktisi hukum Todung Mulya Lubis. "Saya takut makan makanan yang diberikan saat naik pesawat Garuda," kata Todung. Karena itu, dia menolak halus saat diberi makanan oleh pramugari Garuda dalam perjalanan Perth-Denpasar, Minggu pekan lalu. Mantan pengacara majalah Time ketika berseteru dengan mantan presiden Soeharto itu hanya meneguk minuman kaleng dalam perjalanan sekitar lima jam itu.
Todung memilih tidak menyentuh makan yang disuguhkan karena merasa terganggu. Maklum, selama ini dia dikenal sebagai aktivis hak asasi dan saat ini ikut pula mengusut kematian Munir. "Saya terganggu secara psikologis dan untuk rasa aman saja," katanya. Lantas, sampai kapan dia "berpuasa" jika terbang bersama Garuda? "Ya, nanti kalau rasa tidak amannya hilang," kata Todung, yang menyebut peristiwa kematian Munir merupakan iklan buruk bagi maskapai penerbangan berlambang kepala burung garuda itu.
|