|
|
| |
Edisi. 41/XXXIII/06 - 12 Desember 2004
|
|
Kegilaan Keenam Jiffest
Tetap tidak didanai oleh pemerintah, dan hanya bertumpu dari gerilya mencari sponsor dari sana-sini, Jakarta International Film Festival memasuki tahun keenam. Lebih dari 100 film bakal ditayangkan sepanjang 3-12 Desember. Pelbagai diskusi diadakan, termasuk sebuah forum prestisius: pertemuan para produser muda Asia dan Eropa. Di usianya yang keenam, JiFFest menapakkan diri menjadi festival film paling independen di Asia.
|
|
Impian-Impian Musim Kemarau
|
|
Visualisasi Sebait Puisi
|
|
Dari Chang-Dong untuk Dunia yang Getir
Tiga film Lee Chang-Dong akan diputar dalam sebuah sesi khusus. Tentang cinta dan jiwa-jiwa yang terimpit dunia.
|
|
Si Buta dari Gua Kitano
Zatoichi kembali muncul. Di tangan Takeshi Kitano, pendekar buta legendaris dari tanah Jepang itu tampil lebih cool, komikal, dan menari tap. Sentuhan panggung dan pengaruh Yasujiro Ozu masih terasa.
|
|
Seorang Dewi, Sepotong Masa Silam
Film dokumentasi Imelda yang menang dalam festival film independen Sundance kini diputar dalam JiFFest. Sutradara Ramona Diaz netral.
|
|
Yang Bertebaran di dalam Festival
Ada tragedi yang dipotret dengan gaya bersahaja, ada dilema orang tua dalam mendidik anak-anaknya, ada juga kisah cinta ala Hollywood. JiFFest menawarkan banyak.
|
|
|
| |
|
|
| buatan Radja|endro |
Majalah
Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

|
|
| |
|
|
|
|