|
Penyakit AIDS di Indonesia dari tahun ke tahun terus meluas. Namun aktivis AIDS tak pernah menyerah. Martina Widjaja, 62 tahun, sudah sebelas tahun menggeluti gerakan kampanye pencegahan bahaya AIDS, toh ia tak pernah bosan apalagi sampai menyerah. "Kita tidak boleh pesimistis," kata wanita berkulit putih yang masih terlihat bugar itu.
Ditemui seusai konferensi pers Karnaval Aids Walk 2004 di Jakarta, Rabu pekan lalu, Martina mengenang pertama kali pengalamannya bersinggungan dengan kampanye anti-aids. Salah satunya adalah nasib tetangga putrinya, Paquita Widjaja, di sebuah apartemen ketika di New York. "Ada anak lawyer yang terkena AIDS. Sampai dia mati, orang tuanya enggak ngerti kena Aids," tutur Ketua Umum PB Pelti ini. Sampai kini Martina merasa ngeri apabila ada anak atau cucunya yang sampai tertular penyakit itu. "Bahkan di tenis pun saya bicara langsung kepada anak-anak soal bahaya Aids," katanya.
|