Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 39/XXXIII/22 - 28 November 2004
   
Kesehatan

Tips Kesehatan

Diabetes Bukan Halangan

WANITA hamil yang mengidap penyakit diabetes biasanya cenderung memiliki bayi dengan berat badan berlebih, yang tak baik bagi kesehatan bayi itu sendiri. Keadaan ini sebenarnya bisa diatasi. Syaratnya: ibu hamil yang menderita diabetes mesti mengendalikan tingkat gula darahnya selama masa kehamilan.

Dr. Eliezer Shalev dan rekan-rekannya dari Ha'Emek Medical Center, Afula, Israel, meneliti kehamilan ibu-ibu yang menderita diabetes. Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Obstetrics & Gynecology, Shalev meneliti 134 wanita hamil yang dibagi dalam dua kelompok. Grup pertama, 67 orang, bukan penderita diabetes dan grup kedua, 53 orang, adalah wanita hamil yang juga penderita diabetes. Pada kelompok wanita diabetes, kadar gula darah diawasi ketat sehingga tingkat gula darah merah selalu berada pada skala normal.

Hasilnya, para peneliti menemukan kenyataan bahwa rata-rata berat bayi yang baru lahir diantara dua kelompok itu tak jauh berbeda. Sebelas kelahiran dari semua responden itu memiliki bayi dengan berat badan tak lebih 4 kilogram, bisa dibilang berat badan bayi normal. Oleh karena itulah Shalev menyarankan agar ibu-ibu pengidap diabetes mengikuti diet yang tepat, yang bisa menjaga kadar gula darah, selama masa kehamilan.

Obat Baru untuk Antraks

PENYAKIT antraks memang menakutkan. Hewan-hewan ternak, seperti kambing dan sapi, yang terinfeksi bakteri antraks, bisa mati hanya dalam tempo 1 sampai 3 hari. Gawatnya, manusia yang menyantap hewan yang terkena antraks juga bisa meninggal dalam tempo singkat. Di Indonesia, kasus kematian paling mutakhir akibat penyakit ini terjadi di Kampung Citaringgul, Bogor, Jawa Barat, awal bulan silam. Enam orang tewas usai menyantap daging kambing yang terinfeksi bakteri yang biasa menyerang jaringan darah dan limpa ini.

Sekarang, ada protein buatan yang disebut ToxBlox yang mampu mencegah binatang dari serangan kematian akibat bakteri antraks. Dalam pertemuan Masyarakat Mikrobiologi Amerika, awal November silam, Dr. Solomon Langermann dari PharmAthene Inc., Annapolis, Maryland, Amerika Serikat, meluncurkan ToxBlox. Obat ini mampu mencegah masuknya bakteri antraks ke dalam jaringan darah.

Langermann telah mencobakan ToxBlox pada enam ekor kelinci yang sudah terinfeksi antraks. Lima dari enam kelinci yang disuntik dengan ToxBlox terbukti bebas dari antraks dalam waktu 90 hari. Ini benar-benar sukses besar. Sebab, biasanya, binatang yang terinfeksi antraks cuma mampu bertahan hidup dalam waktu 2 sampai 4 hari. Dengan kesuksesan ini, bulan depan, Langermann akan mencoba keberhasilan ToxBlox pada manusia.

Penahan Nyeri dan Skizofrenia

IBU hamil memang harus terus waspada kalau ingin bayinya sehat. Salah sedikit saja meminum obat, bayinya bisa celaka. Penelitian mutakhir yang digelar tim Universitas Copenhagen, Denmark, menunjukkan adanya resiko yang disandang bayi-bayi yang ibunya meminum obat penahan rasa sakit selama masa kehamilan. Resikonya tidak main-main, bayi-bayi ini akan tumbuh dewasa dengan kemungkinan mengidap skizofrenia.

Pengaruh obat penahan rasa sakit ini akan terasa ketika usia janin memasuki usia bulan keempat. Dalam penelitian yang dimuat dalam British Journal of Psychiatry terbaru, Ketua Tim Peneliti Holger Sorensen mengatakan, dalam masa usia tersebut kondisi bayi masih terlalu lemah dan otaknya teramat sensitif. Itulah sebabnya obat penahan rasa sakit leluasa mempengaruhi kondisi otak bayi.

Para peneliti mempelajari 7.999 orang yang lahir dari ibu-ibu yang hamil di Copenhagen antara tahun 1959 hingga 1961. Para peneliti mengumpulkan informasi dari psikiater yang menangani masalah skizofrenia. Data juga dikumpulkan melalui wawancara dengan para ibu mereka yang meminum obat penahan rasa sakit selama masa kehamilan periode tersebut.

Hasilnya, mereka menemukan adanya 116 kasus skizofrenia dari kesemua responden yang ibunya mengkonsumsi obat penahan nyeri. Namun, para peneliti ini mengakui, obat penahan rasa sakit bukanlah satu-satunya penyebab skizofrenia. Masih ada segudang faktor resiko yang lain, terutama adanya sejarah skizofrenia pada keluarga. Hanya, kalau mau aman, para ibu hamil sebaiknya menunda dulu meminum obat penahan rasa sakit sampai bayinya lahir.

Sumber: Reuters


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
28/XXXVII/01 - 7 September 2008

 

Berita lainnya

Larikan Mobil Polisi, Pemabuk Tewas - 05 Sep 2008 | 11:15 WIB
Hillary Clinton Tolak Pencalonan McCain dan Palin - 05 Sep 2008 | 11:12 WIB
Introspeksi Gaya PSP - 05 Sep 2008 | 11:12 WIB
Sejumlah Calon Legislator Dicalonkan Dua Partai - 05 Sep 2008 | 11:11 WIB
Kecelakaan Beruntun di Tol Cibitung, Satu Polisi Luka Parah - 05 Sep 2008 | 11:01 WIB
Badan Kehormatan DPR Tak Sempat Periksa Agus Condro - 05 Sep 2008 | 10:58 WIB
Spanyol Pakai Pengalaman Indah Euro 2008 - 05 Sep 2008 | 10:52 WIB
Ucapan Selamat Untuk Pasangan Alex dan Eddy - 05 Sep 2008 | 10:49 WIB
Djokovic Musnahkan Impian Roddick - 05 Sep 2008 | 10:48 WIB
Gaya Ramah Lingkungan   - 05 Sep 2008 | 10:38 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data