Di Bawah Bayang-bayang Abu Amar |
Belum ada satu pun tokoh Palestina yang memiliki kualitas seperti Arafat. Tapi, di tengah kelangkaan pengganti itu, terselip bibit-bibit yang diharapkan bisa meneruskan perjuangan Abu Amar?nama lain Arafat. Inilah beberapa di antara mereka:
Mahmud Abbas
Lahir di Desa Safed pada 1935, ia bergabung menjadi anggota parlemen nasional Palestina pada 1968. Karier politiknya semakin cerah saat bergabung dengan Komite Eksekutif PLO 1980. Puncaknya, dia terpilih menjadi perdana menteri. Memiliki nama panggilan Abu Mazen, ia pernah ikut merancang upaya damai dengan Israel. Abbas bergaris moderat. Itu sebabnya dia tidak disukai oleh kelompok garis keras seperti Hamas dan Jihad Islami.
Nabil Shaath
Salah satu orang yang dipercaya Arafat. Ia memiliki gelar doktor dari University of Pennsylvania. Itulah salah satu modal pria kelahiran Mesir 1938 ini untuk menjalin lobi kuat dengan politisi Amerika. Shaath bergabung dengan PLO pada 1970. Setahun kemudian dia diangkat menjadi Kepala Pusat Perencanaan PLO. Namanya pernah dikaitkan dengan kasus korupsi pada 1997. Namun, setahun kemudian, sebuah komisi anti-korupsi menyatakan tuduhan bagi Shaath tidak terbukti.
Rawhi Fattuh
Inilah Ketua Dewan Legislatif Palestina yang berdasar undang-undang bisa menggantikan Arafat. Ia memiliki waktu 60 hari untuk menyiapkan pemilihan umum jika presiden wafat. Sangat loyal pada Arafat, pria 55 tahun ini pernah dibuang ke Tunisia bersama Yasser Arafat, Mahmud Abbas dan Ahmad Qorei.
Ahmad Qorei
Bergaris moderat, Perdana Menteri Palestina kelahiran Yerusalem 1973 ini mulai bergabung dengan Al-Fatah, salah satu sayap perjuangan PLO yang diketuai Yasser Arafat, akhir 1960. Dikenal dengan sebutan Abu Ala, sebelum menjadi perdana menteri ia adalah Menteri Ekonomi dan Perdagangan serta Menteri Industri.
Marwan Barghouti
Inilah nama yang paling sering disebut sebagai bakal pengganti Arafat. Lahir dari sebuah keluarga petani di Tepi Barat pada 1958, mantan pemimpin Al-Fatah ini aktif di gerakan intifadah selama kurun waktu 1987 sampai 1992. Penjara Israel adalah langganannya. Pada 2002 pengadilan Israel menyatakan dirinya bersalah dalam aksi pembunuhan dan ter-libat organisasi teroris.
Muhammad Dahlan
Lahir di kamp pengungsi Jalur Gaza pada 1961, inilah salah satu pemimpin generasi baru Palestina. Aksi pemuda Al-Fatah pada 1981 membuatnya tertangkap oleh tentara Israel. Namun penjara selama lima tahun tak mematahkan semangatnya. Di penjara, dia tekun belajar bahasa Ibrani. Sepak terjangnya selama memimpin gerakan intifadah menarik perhatian Arafat yang kemudian memintanya mengorganisasi gerakan politik di Tepi Barat dan Gaza. Juni 2002 ia diangkat sebagai menjadi Menteri Negara Urusan Keamanan, tapi segera mundur ketika PM Mahmud Abbas mengundurkan diri. Dia kemudian aktif memimpin gerakan reformasi di Otoritas Nasional Palestina, yang mendukung Arafat sebagai presiden.
Johan Budi S.P. (NBC News, Reuters, AFP)
|