Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 38/XXXIII/15 - 21 November 2004
   
Indikator

Perseteruan Belum Akan Berlalu

Percayakah Anda bahwa konflik internal di DPR segera berakhir?
(4-10 November 2004)
Percaya
28,12%45
Tidak
65,00%104
Tidak tahu
29,47%56
Total100%160

Perseteruan yang terjadi di tubuh parlemen belakangan ini mulai menampakkan gejala mereda. Sebagian anggota Koalisi Kebangsaan dan sebagian Koalisi Kerakyatan telah mulai saling melobi. Sejumlah pertemuan digelar untuk mendapatkan titik temu pelbagai persoalan di antara kedua kubu wakil rakyat di Senayan.

Pada mulanya adalah perebutan kursi pimpinan komisi dan badan-badan kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat. Koalisi Kebangsaan, yang terdiri dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa, sebagai pemenang kursi mayoritas, berkeinginan mendapat kursi ketua dalam setiap komisi yang ada di lembaga tinggi negara itu.

Karena terjadi kebuntuan dalam pemilihan pimpinan komisi, Koalisi Kerakyatan menolak sistem voting, dan Koalisi Kebangsaan mengubah tata aturan tertib pemilihan sehingga memungkinkan pemilihan jadi tampak sah. Maka, kimia permusuhan pun kian kental.

Syukurlah, di penghujung Ramadan ini, kedua kubu kian giat melakukan lobi. PDIP dan Golkar pun dikabarkan mulai melunak, bersedia melepaskan minimal satu posisi ketua dan empat hingga lima posisi wakil ketua.

Sayangnya, mayoritas responden jajak pendapat tidak percaya ada perdamaian di antara dua koalisi tersebut. Seperti diungkapkan Tigor di Los Angeles, ia yakin konflik di DPR akan berkepanjangan. ”Sebab, kebanyakan dari mereka yang duduk di kursi DPR hanya mementingkan pribadi dan partainya,” ujarnya.

Ery Darmansyah di Medan menilai konflik bisa segera berakhir jika mereka meninggalkan lambang-lambang partai dan bersatu bersama untuk memajukan negara ini. ”Agar tidak mementingkan kepentingan sendiri.”

Indikator Pekan Ini:Yakinkah Anda bahwa Abilio Jose Osorio Soares tidak terlibat pelanggaran hak asasi manusia di Timor Timur?

Jumat (5/11) malam, mantan Gubernur Timor Timur, Abilio Jose Osorio Soares, kembali menghirup udara kebebasan. Ketua Mahkamah Agung (MA), Bagir Manan, mengabulkan peninjauan kembali (PK) Abilio. ”Hakim yakin Abilio tidak bersalah karena tidak terbukti melakukan tindak pidana yang dituduhkan,” kata Bagir Manan.

Bebasnya Abilio menyusul kebebasan sejumlah terdakwa pelanggaran hak asasi manusia berat yang berasal dari pihak militer dan kepolisian. Pelanggaran hak asasi manusia di negeri Loro Sae itu terjadi semasa jajak pendapat September 1999 silam, yang mengakibatkan ribuan penduduk Timor mengungsi, pembakaran sejumlah gereja, pembunuhan pastor dan penduduk sipil lainnya. p>Dikabulkannya PK kasus pelanggaran hak asasi manusia di Timor Timur lantas mengundang pro-kontra sejumlah pihak. Bagaimana pendapat Anda mengenai kebebasan Abilio? Yakinkah Anda bahwa ia tidak terlibat pelanggaran hak asasi manusia? Kami tunggu komentar Anda di www.tempointeraktif.com


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data