Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 38/XXXIII/15 - 21 November 2004
   
Arsip

TEMPO 28 Desember 1985

Bangsa Palestina, bahkan seluruh umat manusia yang mencintai kemerdekaan, la-yak berutang budi pada Arafat. Hampir sepanjang hidupnya, tokoh ini berjuang memimpin bangsa Palestina untuk melepaskan diri dari pendudukan Israel.

Arafat mulai menjadi momok bagi Israel sejak gerilyawan Al-Fatah menang dalam pertempuran yang dikenal dengan sebutan perang Karameh pada 1968. Setahun kemudian, dia memimpin PLO. Sejak itu, Palestina adalah Arafat. Dialah orang yang paling dicari Israel. Nyawanya senantiasa terancam, sehingga untuk tidur pun dia berpindah ke dua tempat dalam satu malam.

Tapi Arafat tak pernah takut pada kematian. Kepada Tempo yang mewawancarinya di Tunisia pada Desember 1985, Arafat mengakui bahwa yang dia kawini adalah Palestina. Berbagai cara dilakukan untuk memperjuangkan hak-hak Palestina, mulai dari peperangan hingga upaya damai.

Peluru dan pasukan komando Israel memang tak pernah bisa menaklukkan laki-laki ini. Tapi tubuhnya yang makin tua dan lelah sulit bertahan melawan penyakit. Kini, di usianya yang sudah 75 tahun, dia terbaring dalam kondisi koma di rumah sakit militer Percy, Prancis. Hidupnya bergantung pada alat-alat kedokteran.

Sementara itu, di Ramallah, Tepi Barat, parlemen Palestina dan Dewan Keamanan Nasional menggelar rapat. Kepada dunia, mereka menunjukkan bahwa pemerintahan Palestina tak ikut koma. Selama Arafat sakit, posisi Ketua PLO dipegang mantan perdana menteri Mahmud Abbas dan urusan pemerintahan sehari-hari ditangani Perdana Menteri Ahmed Qorei.

Kini, sejarah akan menyaksikan apa yang akan terjadi pada bangsa Palestina jika Arafat benar-benar wafat. Apakah nasib bangsa Palestina akan makin terpuruk? Atau perdamaian sejati bisa benar-benar terwujud?


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data