Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 37/XXXIII/08 - 14 November 2004
   
Daftar berita Iqra
Perjalanan Mencari Surga
Dari gurat di wajahnya dan rambut panjangnya, tampaklah ia lahir pada tahun 1940-an. Ia, Ziauddin Sardar, tergolong baby boomer, aktivis politik tahun 1960-an, juga pemikir muslim dengan pandangan khusus. Dalam pikirannya, ada sebuah negeri yang bisa dijadikan contoh. Negeri yang memiliki elemen-elemen kebangkitan Islam. Negeri yang memeluk pluralisme, keadilan, kebebasan berbicara, dan berpikir. Tapi, dalam prakteknya, ia menelusuri negeri-negeri muslim di Timur Tengah dan Asia Tenggara. Semua dituangkan dalam buku otobiografi terbarunya, Desperately Seeking Paradise. Majalah ini mencoba menukilkan buku itu untuk Anda, dan membandingkan perjalanan tokoh di atas dengan tokoh-tokoh lain. 
Tafsir Tunggal itu Berbahaya
Ia mungkin orang yang sangat rasional. Tapi apa yang dilakukannya mengingatkan kita pada Don Quixote, tokoh rekaan dalam novel Cervantes. Ya, Ziauddin Sardar menghabiskan 40 tahunan hidupnya untuk sebuah kebangkitan Islam. Dan ia telah berjalan jauh, sangat jauh. 
Dari Pergulatan 'Sang Terkasih Yohanes'
Hassan Hanafi contoh lain pergumulan yang menarik dari seorang pemikir Islam. Dikenal terbuka pada Barat, ia mengaku "kiri" sekaligus "fundamentalis". Berikut petilan pergulatan batinnya, sebagaimana tertulis dalam otobiografinya. 
Jika Samudra Berkata-kata
 
Hayden dan Para Teroris
 

 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data