Geliat Islam di Cina punya urat sejarah panjang: pada masa dinasti Tang, pada abad ketujuh, sezaman dengan generasi pertama pengikut Nabi Muhammad S.A.W., yang wafat pada tahun 632. Kaum muslim Hui itu umumnya saudagar yang menjalin kontak dengan orang-orang Arab, Persia, dan India lewat rute klasik di Jalur Sutra. Lusinan masjid lalu mereka bangun di Guangzhou, Hangzhou, dan Cang'anyang kini disebut Xi'andengan bauran sukacita, tetes darah, dan air mata. Tapi kini wajah Islam di Xi'an berakar kuat lewat harmoni bisnis kelontong, turisme, dan tradisi
taichi.
Berikut laporan perjalanan Wahyu Muryadi dari Tempo, yang menyusuri kota tua impian para kaisar itu pada awal September lalu.