Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 36/XXXIII/01 - 7 November 2004
   
Indikator

Seribu Sangsi untuk SBY

Yakinkah Anda, struktur Kabinet Indonesia Bersatu dapat bekerja efektif dalam waktu 100 hari?(22 - 29 Oktober 2004)
Ya
42.59%138
Tidak
52.16%169
Tidak tahu
5.25%17
Total100%324

Sejuta harapan diletakkan rakyat Indonesia ke pundak pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Kemenangan telak atas Megawati Soekarnoputri merupakan bukti bahwa mereka percaya Yudhoyono mampu membawa perubahan dibandingkan pemerintahan sebelumnya.

Pada awalnya, antusiasme menyambut pemerintahan baru begitu tinggi. Indeks Bursa Jakarta terus menanjak ketika SBY menang. Tapi, menjelang pengumuman ka-binet, pasar mulai bereaksi negatif. Selama masa uji kepantasan dan kelayakan (fit and proper test), indeks terus turun. Banyak pengamat juga meragukan para menteri pilihan pasangan Yudhoyono-Kalla. SBY dinilai terlalu akomodatif: lebih mementingkan dukungan partai ketimbang memilih yang terbaik.

Hal yang hampir sama tercermin dalam jajak pendapat yang dilaksanakan Tempo sepanjang pekan lalu. Dari 317 responden yang mengikuti jajak pendapat ini, lebih dari setengahnya sangsi kabinet pilihan SBY dapat bekerja efektif dalam waktu seratus hari. Rinto, responden Jakarta mengatakan, menteri tertentu dalam kabinet SBY berasal dari dunia bisnis dan memiliki integritas yang diragukan.

Sementara itu, Rudi, responden Bandung, meyakini sebagian besar anggota kabinet SBY akan lebih bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya. Meski begitu, ia melihat tetap ada beberapa menteri yang memiliki masa lalu yang tidak gemilang dan kotor. Presiden sendiri agaknya menyadari keragu-raguan itu. Karena itu, SBY berpesan agar para menteri menjawab keraguan itu dengan kerja dan karya yang nyata.

Untuk menegaskan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya mampu memenuhi harapan masyarakat, Presiden bertekad melakukan shock therapy dalam waktu 100 hari pemerintahannya. Ia juga menentukan aturan main dan kode etik kabinet. Bahkan tak segan-segan mengganti menteri yang tidak becus bekerja serta terbukti terlibat korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Indikator Pekan Ini:Nama Ustadz Abu Bakar Ba?asyir selalu dikaitkan dengan kegiatan terorisme internasional yang meningkat dalam empat tahun terakhir. Tak kurang dari Amerika Serikat yang mengaitkan pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Solo, ini dengan Jemaah Islamiyah yang dituduh berada di belakang sejumlah pengeboman.

Kepolisian Indonesia sendiri pernah menetapkan Ba?asyir sebagai tersangka pengeboman di Bali, Oktober dua tahun lalu, menyusul pengakuan Omar Al-Faruq yang juga menjadi salah seorang tersangka pelaku pengeboman di Bali.

Saat ini, Ketua Majelis Mujahidin Indonesia menjadi pesakitan atas dakwaan terlibat dalam berbagai kasus terorisme di Indonesia. Selain dituduh sebagai Amir Jemaah Islamiyah, Ba?asyir dituduh terlibat dalam pengeboman Hotel JW Marriott dan dan pemilikan bahan peledak di Semarang. Ba?asyir sendiri membantah tuduhan itu. Ia yakin ada intervensi luar negeri dalam semua tuduhan yang memojokkan dirinya.

Minggu ini, kami mengundang Anda untuk menyuarakan pendapat, apakah Anda percaya Abu Bakar Ba?asyir terlibat aksi terorisme? Pendapat Anda kami tunggu di www.tempointeraktif.com


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data