Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 36/XXXIII/01 - 7 November 2004
   
Arsip

TEMPO, 15 Juli 1989

Pada masa Orde Baru, DPR tak selalu berarti 5D alias datang, duduk, diam, dengar, duit. Inilah yang terjadi pada 1989. Ketika itu, dua fraksi mengeluarkan kritik keras kepada pemerintah. Salah satu fraksi menyebut, sudah terjadi komunikasi politik akibat tidak adanya keterbukaan politik. Ini semua terjadi, kata mereka, akibat pemerintah terlalu menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi dan melupakan aspek pendidikan politik. Mereka kemudian meminta sensor terhadap pers segera dilonggarkan.

Mereka mempersoalkan naiknya tarif listrik dan menyoroti lotere Sumbangan Dana Sosial Berhadiah (SDSB) yang antidisiplin nasional.

Yang menarik, dua fraksi yang mengecam itu justru fraksi pendukung utama pemerintah di DPR: Fraksi ABRI dan Fraksi Golkar. Ini menjadi salah satu episode langka yang bisa dicatat dalam sejarah DPR di masa Orde Baru. Karena di masa itu apa yang dilakukan dua fraksi itu adalah sebuah "pemberontakan politik".

Kini DPR jelas tidak lagi DPR Orde Baru. Pekan lalu, misalnya, Koalisi Kebangsaan bertekad mengajukan hak interpelasi ke Presiden Yudhoyono. Mereka akan mempersoalkan mengapa Yudhoyono membatalkan pengunduran diri Panglima TNI Sutarto dan pengusulan Ryamizard Ryacudu sebagai penggantinya.

Inilah ketegangan pertama Yudhoyono, presiden yang baru menjabat kurang dari dua minggu, dengan DPR. Inilah sekaligus sebuah test-case yang akan menguji kemampuan Yudhoyono berhadapan dengan parlemen.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data