Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 35/XXXIII/25 - 31 Oktober 2004
   
Luar Negeri

Luruhnya Nyawa Bapak Qassam

Adnan al-Ghoul, anggota Hamas dan tokoh kunci di balik berbagai bom serangan bunuh diri, dibunuh tentara Israel. Kematiannya mengeraskan seruan jihad di seantero Gaza.

Seakan memiliki nyawa ganda, Adnan al-Ghoul tak kunjung mati, walau bolak-balik dibidik peluru Israel. Butuh lima kali upaya pembunuhan sebelum militer Israel benar-benar berhasil "merontokkannya", Kamis malam pekan lalu. Pria yang lebih dikenal sebagai bapak (roket) Qassam itu nasibnya berujung seperti pendiri Hamas, Syekh Ahmed Yassin, dan penggantinya, Abdulaziz al-Rantissi, yang juga tewas dirudal helikopter tempur Israel.

Pria berumur 45 tahun ini dikenal sebagai otak di balik perakitan berbagai bom bunuh diri. Hasil "karyanya" telah banyak digunakan organisasi perlawanan pendudukan Israel, Hamas dan Jihad Islami, di Gaza. Al-Ghoul memang menjadi buruan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) maupun Agen Keamanan Dalam Negeri Shin Beth. Bersama Mohammed Deif, pemimpin Brigade Ezzedin al-Qassam, sayap militer Hamas, nama Al-Ghoul menghiasi puncak daftar buruan selama lebih dari 15 tahun.

Sempat melarikan diri ke Suriah dan Libanon pada 1990, dia kembali ke Gaza lima tahun kemudian dan bergabung dengan Hamas. Sejak itu, dia turut giat mengembangkan roket rakitan, Qassam. Sepanjang tiga tahun terakhir, Hamas telah meluncurkan lebih dari 400 roket Qassam ke sasaran permukiman dan tank-tank Israel.

Pasukan Pertahanan Israel dan Shin Beth sungguh pusing kepala oleh serangan-serangan itu. Selama beberapa bulan terakhir saja, Adnan al-Ghoul—orang nomor dua di sayap militer Hamas—dianggap bertanggung jawab atas kematian sejumlah warga Israel. Dia juga dituduh mengotaki sedikitnya dua bom bunuh diri dan mengembangkan persenjataan anti-tank dan anti-pesawat udara.

Hidupnya praktis diwarnai aneka upaya pembunuhan oleh militer Israel. Di antaranya, Agustus 2001, ketika iring-iringan mobil yang ditumpanginya bersama Deif disergap di sebelah timur Gaza. Deif lolos tanpa cedera dan Al-Ghoul hanya terluka ringan.

Pada musim panas 2003, pasca-runtuhnya hudna (gencatan senjata) antara berbagai faksi Palestina, Deif dan Al-Ghoul kembali menjadi incaran bom Israel. Tidak tanggung-tanggung, jet tempur IDF menjatuhkan seperempat ton bom ke sebuah apartemen di Gaza, tempat pertemuan keduanya dengan pemimpin sayap militer Hamas lainnya.

Tetapi sasaran kembali meleset dan para peserta berhasil menghilang kembali dari radar Israel tanpa luka segores pun. Total empat kali Israel mencoba membunuh Al-Ghoul, yang malah mengorbankan nyawa dua putranya. Pekan lalu, Al-Ghoul akhirnya kehabisan stok nyawa. Kematiannya segera saja memicu kecaman dari otoritas Palestina dan seruan serangan balas dendam dari ribuan pendukung Hamas yang turun ke jalan.

Menteri Negosiasi Palestina, Saeb Erekat, menilai serangan mematikan helikopter Israel itu untuk kesekian kalinya adalah bukti bahwa pemerintah Tel Aviv lebih memilih kekerasan senjata ketimbang negosiasi. Juru bicara Hamas, Musher al-Masri, berjanji akan memberikan pembalasan yang amat menyakitkan untuk Israel sebagai balasan atas nyawa Adnan. "Musuh Zionis akan menyesali aksi kejam mereka," kata dia. Seruan itu segera diikuti lebih dari 20 serangan mortir dan granat ke arah permukiman Israel pada malam itu juga, meskipun tanpa korban jiwa.

Kematian Al-Ghoul menjadikan total korban konflik kedua bangsa sejak lahirnya gerakan Intifada, September 2000, menjadi 4.509 orang. Di dalamnya terdapat 3.479 warga Palestina dan 956 Israel. Jumlah ini tak mustahil akan terus bertambah dari masa ke masa.

Wuragil (BBC, AFP, AP, Haaretz)


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data