Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 34/XXXIII/18 - 24 Oktober 2004
   
Pendidikan

Jalan Menuju Olimpiade

Perjalanan untuk sampai ke Ukraina ternyata tak mudah. Inilah yang dilakoni oleh Masyhur Aziz Hilmy, peraih medali emas dalam Olimpiade Astronomi di Ukraina baru-baru ini. Siswa kelas tiga SMAN 1 Klaten, Jawa Tengah, ini mesti mengikuti berbagai seleksi, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, sampai Olimpiade Astronomi Nasional yang digelar Juni lalu.

Dalam olimpiade nasional, Masyhur?biasa disapa Mamas?mampu meraih medali emas. Menurut ketentuan panitia, para peraih medali emas dan perak dalam lomba ini berhak mengikuti seleksi olimpiade internasional. Nah, Mamas dan 13 rekannya pun dipanggil untuk mengikuti proses seleksi di Lembang, Jawa Barat. Hasilnya, 3 siswa SMP dan 2 siswa SMA lolos dan berhak mengikuti Olimpiade Astronomi di Ukraina. Satu siswa lagi, Evan Gozali, juga diikutkan dalam tim Indonesia karena pengalamannya. Setahun sebelumnya, Evan pernah meraih perak pada Olimpiade Astronomi di Swedia.

Keikutsertaan Mamas dalam lomba astronomi ini bisa dibilang untung-untungan, sebab pelajaran mengenai alam semesta ini nyaris tak ia peroleh di bangku sekolah. "Hanya sedikit masuk dalam pelajaran fisika," kata Mamas.

Sejak Sekolah Dasar dia memang tertarik pada astronomi. Mamas suka melihat bintang atau belajar tentang planet-planet. "Saya pernah membaca buku astronomi populer. Dari situlah saya tertarik astronomi," katanya. Minatnya semakin berkembang ketika ia mulai belajar fisika di sekolah menengah. Mamas pun mulai rajin membuka internet untuk mengetahui lebih dalam hal-ihwal tentang astronomi.

Di Ukraina, ia mampu menjawab dengan baik ujian lisan, teori, maupun praktek, yang semuanya diberikan dalam bahasa Inggris. Soalnya, penguasaan bahasa Inggrisnya cukup bagus. Mamas meraih Juara Harapan dalam lomba debat dalam bahasa Inggris tingkat Provinsi Jawa Tengah beberapa waktu silam. Yang jadi masalah justru para pengujinya yang tidak semuanya lancar berbahasa Inggris. "Ada teman dari Cina dan India yang mengeluhkan penguji mereka bahasa Inggrisnya kacau," katanya sambil tertawa.

Rian Suryalibrata, Imron Rosyid (Klaten)


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data