Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 34/XXXIII/18 - 24 Oktober 2004
   
Album

Album

Penghargaan Kehati
Amru Helmy Daulay, 65 tahun

Tak sia-sia perjuangan Bupati Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Amru Helmy Daulay, S.H., melestarikan lingkungan. Rabu pekan lalu, Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) menganugerahkan Kehati Award 2004 kepadanya. Amru mendapat penghargaan Pendorong Lestari Kehati karena dinilai berhasil menyelamatkan hutan Batang Gadis di daerahnya.

Menurut Direktur Eksekutif Kehati, Ismid Hadad, penghargaan Kehati diberikan kepada mereka yang berupaya dan memiliki karya luar biasa dalam mendukung pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia. Penghargaan ini diberikan dua tahun sekali. Tahun ini, selain kepada Amru, penghargaan serupa dianugerahkan bagi Masyarakat Baduy (Prakarsa Lestari), Direktur Pelaksana perkebunan nenas PT Great Giant Pineapple, Lampung, Setiawan Achmad (Peduli Lestari Kehati), Prof. Dr. Ir. Dewa Ngurah Suprapta dari Universitas Udayana (Cipta Lestari Kehati), dan penyanyi Franky Sahilatua (Citra Lestari Kehati).

Amru, menurut Ismid Hadad, telah menunjukkan tindakan yang patut diteladani oleh pemimpin daerah lainnya. Dengan berbagai upaya, ia menghentikan kegiatan penambangan asing di hutan Batang Gadis dan berhasil mengubah status Batang Gadis menjadi Taman Nasional. Dengan status ini, areal hutan Batang Gadis semakin terjaga. "Amru telah menyelamatkan hutan itu," kata Ismid.

Penghargaan Budaya:
Djohan Hanafia, 65 tahun

Budayawan Sumatera Selatan, Djohan Hanafia, Selasa pekan lalu mendapat penghargaan Satya Lencana Kebudayaan. Djohan tercatat sebagai orang pertama dari provinsi ini yang pernah mendapat penghargaan tersebut.

Menurut Menteri Pariwisata dan Kebudayaan I Gde Ardika, yang mewakili pemerintah memberikan penghargaan tersebut di Palembang, Djohan berjasa besar mengembangkan dan melestarikan kebudayaan Sumatera Selatan.

Djohan sendiri tak menduga bakal mendapat penghargaan. Di Palembang, bekas anggota DPRD Sumatera Selatan ini dikenal sebagai tokoh yang aktif dalam berbagai gerakan untuk melestarikan dan mengembangkan budaya Sumatera Selatan. "Budaya Sumatera Selatan sangat heterogen," kata Djohan.

Menurut penelitian pria kelahiran Palembang 15 Juni 1939 ini, beragam kebudayaan Bumi Sriwijaya telah tumbuh dan menghasilan produk sosial. "Dia tumbuh dengan bentuk-bentuk khusus sesuai dengan wilayah masing-masing, seperti budaya Pasemah, Komering, Ogan, ataupun Palembang," kata Djohan.



"Rakyat ingin pemimpin yang serius, saya jawab dengan mundur sebagai Presiden PKS. Rakyat ingin pemimpin tidak bergelimang kemewahan, kami jawab dengan tidak mengambil Volvo...."
— Ketua MPR yang juga bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid, Rabu pekan lalu, menyatakan, pimpinan MPR sepakat menolak fasilitas kendaraan dinas sedan Volvo.

"Kita jadikan dia buron. Kita sudah buat red notice melalui Interpol. Sebagai pengusaha dia tidak akan laku lagi bekerja di seluruh dunia."
—Kepala Kepolisian RI Jenderal Da'i Bachtiar, Selasa pekan lalu, menyatakan, pihaknya sudah melakukan upaya hukum membawa Adrian Waworuntu ke pengadilan. Polisi kini menyatakan tersangka pembobol Bank BNI sebesar Rp 1,7 triliun itu sebagai buron.



TEMPO DOELOE

17 Oktober 1933
Si genius Albert Einstein tiba di Amerika Serikat sebagai peng-ungsi yang menghindari kejaran pasukan Nazi Jerman.

18 Oktober 1931
Hari ini, dunia kehilangan salah satu penemu terbesar: Thomas Alva Edison. Lahir di Milan, Ohio, Amerika Serikat, pada 1847, ia adalah pencipta bola lampu listrik, mesin fonograf, telegraf, dan puluhan temuan besar lainnya.

19 Oktober 1983
Maurice Bishop, Perdana Menteri Grenada—negeri kecil di Karibia—tewas dibunuh dalam kudeta berdarah.

20 Oktober 1944
Pasukan Jenderal MacArthur, komandan pasukan Amerika di Pasifik, kembali ke Filipina. Ia memenuhi janjinya. Pada 1942, ketika dipaksa meninggalkan negeri itu karena Jepang menyerbu, ia berpamitan dengan ucapannya yang terkenal, "Saya akan kembali."

21 Oktober 1959
Presiden Dwight D. Eisenhower, menandatangani perintah untuk menugasi Wernher von Braun, maestro roket kelahiran Jerman, dari Angkatan Darat Amerika ke National Aeronautics and Space Administration (NASA). Von Braun adalah bapak program angkasa luar Amerika. Perang Dunia II, dia merancang roket maut V-2 untuk pasukan Nazi Jerman.

22 Oktober 1962
Presiden Amerika, John F. Kennedy, mengumumkan bahwa pesawat mata-mata Amerika menemukan bukti Uni Soviet menggelar peluru kendali di Kuba. Amerika kemudian memblokade Kuba dan meledaklah krisis diplomatik dengan Uni Soviet.

23 Oktober 1983
Pengebom bunuh diri menggunakan truk penuh bahan peledak menghancurkan markas tentara Amerika di Beirut. Sebanyak 241 tentara Amerika hancur dalam aksi ini.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data