Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 33/XXXIII/11 - 17 Oktober 2004
   
Pendidikan

Bermula dari Tempelan

KAMI mengundang Anda untuk kuliah di National University of Singapore." Ajakan ini tertera jelas di atas kertas folio yang tertempel di papan pengumuman SMA Kristen Petra 2 Surabaya, lengkap dengan logo universitas terkemuka di Singapura tersebut. Tak lupa dicantumkan pula sederet persyaratan untuk bisa kuliah di sana.

SMA Kristen Petra 2 Surabaya memang salah satu sekolah yang diincar universitas di Singapura sejak empat tahun silam. "Rata-rata setiap tahun ada lima siswa kami yang diterima di sana," kata Titin Indarwati, koordinator guru bimbingan-konseling.

Menurut Titin, selain National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU) amat gencar melakukan promosi. "Selain mengirim pengumuman untuk ditempel, mereka mengutus orang untuk memberikan penjelasan kepada siswa kami," ujarnya.

Sebelum utusan dari NTU dan NUS datang, biasanya guru-guru telah memilih siswa yang masuk lima besar di kelas masing-masing. Daftar ini kemudian diserahkan kepada mereka. Selebihnya, kata Titin, "Pihak universitas sendiri yang menyeleksi langsung siswa kami."

Lulusan SMA Kristen 1 BPK Penabur Jakarta juga termasuk sekolah yang diminati oleh NTU dan NUS. Hal ini diakui oleh F.X. Bayunto Widyastono, salah seorang guru sekolah itu. "Sejak 1998, dua universitas di Singapura tersebut memang selalu ikut pameran pendidikan di sekolah kami," ujar Bayunto.

Saat pameran digelar, utusan dari NUS dan NTU berkesempatan mempresentasikan program studi di kampusnya. Mereka juga memaparkan biaya kuliah yang bisa ditutup dengan beasiswa ataupun sistem pinjaman.

Begitu pula yang terjadi di SMA Kolese De Britto, Yogyakarta. Menurut Wakil Kepala Sekolah Agus Prih Adiartanto, sejak 1999 secara khusus NTU selalu datang ke sekolahnya. "Biasanya pihak universitas menelepon kami, memberitahukan kapan mereka akan melakukan presentasi," katanya. Setiap murid yang berminat dipersilakan datang dan mendaftar.

SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah, punya cara sendiri untuk menyiapkan siswanya agar diterima di universitas di Singapura. Guru-gurunya sampai memberikan pembekalan khusus bagi siswa yang ingin kuliah di sana.

Sekolah yang lulusannya diminati NTU ini selalu membentuk "Tim Siap" yang beranggotakan beberapa guru. Tugasnya membantu persiapan siswa yang akan mengikuti seleksi. Para siswa memang diharuskan belajar sendiri. Tapi, jika ada yang merasa kurang jelas tentang masalah tertentu, mereka bisa bertanya. "Jadi, Tim Siap ini selalu siap dengan segala pertanyaan dari para siswa," kata Haryanto, juru bicara SMA Taruna Nusantara.

Dengan persiapan yang begitu matang, jangan heran kalau banyak lulusan SMA Taruna yang bisa diterima di Nanyang Technological University. Ada yang lewat jalur beasiswa, ada pula yang melewati jalur pinjaman. "Tahun silam, ada 20 siswa sekolah ini yang berangkat ke Singapura, sementara untuk tahun ini ada 15 siswa," ujar Haryanto.

Itu membuat hubungan antara SMA Taruna Nusantara dan NTU semakin erat. Menurut Haryanto, setiap tahun, kepala sekolahnya selalu diundang datang ke NTU. Dia diajak untuk melihat lulusan SMU Taruna Nusantara yang kuliah di sana. "Prestasi mereka umumnya bagus," katanya.

Rian Suryalibrata, L.N. Idayanie, Agus R. (Surabaya), Heru C. Nugroho (Magelang)


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data