Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 33/XXXIII/11 - 17 Oktober 2004
   
Daftar berita Iqra
Para Lelaki yang Melahirkan Kamus
Mereka bekerja diam-diam. Mencatat, tanpa suara. Di belakangnya, bahasa yang terancam hapus dari muka bumi. Di hadapannya, keterbatasan modal dan sempitnya publikasi yang sekonyong-konyong bisa memadamkan semangat. Nun jauh di pulau-pulau terpencil, para penulis kamus itu mengais-ngais kata. Majalah ini mencoba merekam sebagian kecil kepahlawanan mereka. Tentu banyak yang tak tercatat. Tapi itulah dunia penting, teramat penting, yang jarang dikunjungi.  
Bukan Dialek, melainkan Bahasa Daerah
 
Seraup Kata Pertunjukan Lenong
Dua kamus Betawi dari dua generasi lahir di tengah penggunaan bahasa itu yang kian menyusut. 
Namaku Manari
Kolonialisme Eropa dan nasionalisme negara baru adalah dua sosok yang punya andil besar melenyapkan bahasa-bahasa lokal. Satu kemungkinan lagi: Internet. 

 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data