Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 33/XXXIII/11 - 17 Oktober 2004
   
Album

Album

Pahlawan Asia
Butet Manurung, 32 tahun

Butet Manurung terpilih sebagai salah satu "Pahlawan Asia 2004" versi majalah Time. Dalam edisi terbarunya, yang terbit pekan lalu, Butet termasuk salah satu dari 20 orang Asia yang oleh majalah kelas dunia itu berprestasi dan berdedikasi di bidangnya. Butet satu-satunya orang Indonesia yang memenuhi kriteria Time. Selain Butet, yang juga dinobatkan sebagai pahlawan Asia antara lain bintang film India Shah Rukh Khan dan peraih medali emas juara lari gawang 110 meter pada Olimpiade Athena 2004, Liu Xiang dari Cina.

Butet adalah aktivis lingkungan yang menaruh kepedulian besar terhadap Orang Rimba, suku terasing di pedalaman Jambi. Pernah selama sembilan bulan Butet tinggal bersama suku yang memiliki kebiasaan berpindah-pindah tempat itu. Di sana Butet tidak saja mengajari warga suku membaca dan menulis, tapi juga mengajari mereka pentingnya konservasi alam.

Menurut Butet, jika tak ada yang melindungi Orang Rimba, suatu ketika mereka akan kehilangan tempat tinggal karena hutan tempat mereka tinggal digerus penebangan liar. Jika ini terjadi, ujarnya, tanpa memiliki pendidikan dan kemampuan baca-tulis, warga suku ini kelak hanya akan menjadi pengemis belaka. Butet tak rela itu terjadi.

Penunjukan
Ferry Salim, 37 tahun

Cita-cita Ferry Salim untuk berbuat sesuatu yang berguna bagi anak-anak akhirnya tercapai. Kamis pekan lalu, aktor yang sudah bermain di sekitar 20 sinetron ini ditunjuk Unicef (United Nations Children's Fund) sebagai duta nasional untuk Indonesia. Tugas utamanya, antara lain, mempromosikan hak-hak dan kesejahteraan anak di Indonesia. "Ini gelar terhormat dan saya bangga menjadi duta Unicef," ujar bapak dua anak ini.

Menurut Ferry, dia sebenarnya sudah lama memendam keinginan membantu anak-anak Indonesia. Keinginannya itu semakin terpacu setiap ia bepergian ke luar daerah. Di sana, seperti juga di Jakarta, ia melihat banyak anak kehilangan masa kanak-kanaknya karena harus bekerja. Ia juga mengaku miris melihat banyak anak balita meninggal karena berbagai hal. "Kalau kita melihat di televisi, hampir setiap hari ada balita yang meninggal," katanya.

Karena itu, saat Unicef menawarinya menjadi duta nasional, ia tak menolak. Menurut kepala perwakilan Unicef di Indonesia, Steven Allen, pihaknya memilih bintang sinetron itu karena, antara lain, memiliki komitmen tinggi terhadap anak-anak dan bersedia meluangkan waktu dan pikirannya membantu kepentingan anak-anak. "Selain itu, ia memiliki kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat karena ia artis yang cerdas dan ramah," kata Allen.

Selain Ferry, sebelumnya Unicef juga telah menunjuk bintang film Christine Hakim menjadi duta nasional untuk Indonesia. Kedua duta ini kelak akan bekerja sama, selain juga melakukan advokasi bagi isu-isu kesehatan ibu, anak, dan masalah HIV/AIDS. "Ferry akan menambah kekuatan Unicef untuk mempromosikan hak anak-anak di Indonesia," kata Allen.



"Yang paling utama menyakitkan bukan untuk diri saya, tetapi untuk keluarga saya, anak-anak saya...."
—Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rini M.S. Soewandi, Se-nin pekan lalu, berharap kelompok yang melaporkan dirinya kepada Kejaksaan Agung dan menuntut dirinya dicekal meminta maaf.

"SBY harus menutup celah-celah yang kemungkinan bisa dijadikan amunisi oleh anggota Dewan untuk menjatuhkannya."
—Masyarakat Profesional Madani (MPM), antara lain terdiri dari Sukmawati Syukur, Irwan Adi Ekaputra, dan ekonom Dradjat H. Wibowo, Senin pekan lalu, mengingatkan agar calon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berhati-hati dalam menyusun kabinet.



TEMPO DOELOE

11 Oktober 1986
Menyusul sukses pertemuan pada November 1985, Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan bertemu dengan pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev. Agenda pertemuan adalah membahas pelucutan senjata di kawasan Eropa. Namun pembicaraan menemukan jalan buntu karena Reagan menolak menghentikan proyek Star Wars, proyek rudal anti-rudal Amerika di Eropa.

12 Oktober 1492
Christopher Columbus, petualang Italia, mendarat di Kepulauan Bahama, Amerika Tengah, setelah berlayar menembus Samudra Atlantik. Karena salah menghitung navigasi, Columbus mengira daratan yang dia temukan adalah daratan di Asia Timur.

13 Oktober 1792
Pembangunan Istana Gedung Putih untuk Presiden Amerika dimulai. Dirancang oleh arsitek Prancis Charles L'Enfant, istana ini mulai dihuni pada 1800. Presiden pertama yang tinggal di sana adalah Presiden John Adams.

14 Oktober 1947
Kapten Chuck Yeager, perwira angkatan udara Amerika, menembus batas kecepatan suara ketika mengemudikan pesawatnya, X-1, dengan kecepatan 1.065 km per jam.

15 Oktober 1917
Mata Hari, nama samaran Margaretha Geertruida Zelle, yang berprofesi sebagai mata-mata pembocor rahasia pasukan Prancis ke Jerman, dieksekusi oleh pihak Prancis.

16 Oktober 1934
Pasukan Cina Komunis melakukan long march sepanjang 9.600 km untuk menembus pertahanan pasukan nasionalis. Perjalanan ini memakan waktu setahun 3 hari.

17 Oktober 1973
Organisasi negara-negara pengekspor minyak, OPEC, menerapkan embargo penjualan minyak bumi ke Amerika Serikat dan beberapa negara Barat yang memberikan bantuan militer bagi Israel. Embargo ini menciptakan krisis minyak yang mengguncang ekonomi dunia.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data