Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 32/XXXIII/04 - 10 Oktober 2004
   
Arsip

TEMPO, 3 Oktober 1992

Jakarta, 1 Oktober 1992. Hari itu, perhatian terpusat ke Gedung MPR/DPR di Senayan. Inilah hari pelantikan 1.000 orang anggota MPR/DPR, yang disiarkan langsung oleh TVRI.

Seribu anggota MPR/DPR yang dilantik itu berasal dari beragam unsur. Sebanyak 400 orang anggota DPR terpilih dari tiga kontestan pemilihan umum dan 100 orang diangkat dari Fraksi ABRI. Sisanya, 500 orang, adalah anggota MPR. Ada anggota majelis perimbangan hasil pemilu, ada utusan golongan, dan ada utusan daerah. Sebagian besar diangkat dan bernaung di payung Golkar. Seribu wakil rakyat inilah yang akan menentukan agenda sidang pada Maret tahun berikutnya untuk menentukan presiden dan wakil presiden. Juga menyusun Garis-Garis Besar Haluan Negara.

Tempo, ketika itu, mengangkat laporan soal sejumlah nama yang terpilih dan masuk daftar anggota yang diangkat. Sebagian besar dari mereka adalah tokoh muslim yang punya peran penting di masyarakat: ulama, cendekiawan, birokrat, pemuda, pendidik, pengusaha, dan lain-lain. Sampai-sampai, menurut sejumlah pengamat, Golkar tampak semakin hijau—istilah untuk menyebut kelompok Islam.

Pekan lalu, 1 Oktober 2004, adegan yang sama terulang. Bedanya, kali ini tak ada lagi wakil rakyat yang terpilih karena proses pengangkatan. Semuanya dipilih melalui pemilihan umum. Komposisi wakil rakyat di parlemen juga berubah. Tidak ada lagi separuh DPR separuh MPR.

Pada para wakil itulah rakyat Indonesia menggantungkan harapan. Tapi sejarah menunjukkan, wakil-wakil di Senayan tak selalu mewakili kepentingan rakyat jelata. Apakah para anggota legislatif baru ini juga demikian? Sejarah yang akan mencatat.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data